(Bagian Kedua dari Tiga Tulisan)
Ahmadun Yosi Herfanda**
Republika, 29 April 2007
DENGAN merumuskan tujuan pengajaran apresiasi sastra ke TIU dan menjabarkannya ke TIK seperti di atas, target peningkatan apresiasi sastra siswa yang semula terkesan abstrak dan sulit diukur hasilnya, menjadi lebih jelas, operasional, dan terukur.
Namun, cara mengukur tingkat keberhasilannya tidak sama dengan aspek pengetahuan dan teori sastra. Dalam tes atau ujian untuk aspek pengetahuan (sejarah) sastra, pada lembar tes tinggal meminta siswa untuk menyebutkan, misalnya, tiga nama tokoh Angkatan 66. Continue reading “Pengajaran Sastra Berpusat pada Karya Sastra*”