Pluralisme: Hidup Damai Milik Dawam Rahardjo

Isyana Artharini
Media Indonesia, 6 Mei 2007

PADA perayaan ulang tahun ke-65, Dawam Rahardjo keluar dari ruang kesepiannya setelah teman-teman lama menjauhinya. Mengenakan peci hitam dan setelan jas abu-abu, ia menyambangi teman-teman barunya.

Ulang tahun Dawam dirayakan bersamaan dengan peluncuran buku berjudul Demi Toleransi, Demi Pluralisme, di aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (4/5) malam. Continue reading “Pluralisme: Hidup Damai Milik Dawam Rahardjo”

Saya di Mata Sebagian Orang

Djenar Maesa Ayu

Sebagian orang menganggap saya munafik. Sebagian lagi menganggap saya pembual. Sebagian lagi menganggap saya sok gagah. Sebagian lagi menganggap saya sakit jiwa. Sebagian lagi menganggap saya murahan!

Padahal saya tidak pernah merasa munafik. Tidak pernah merasa membual. Tidak pernah merasa sok gagah. Tidak pernah merasa sakit jiwa. Tidak pernah merasa murahan! Continue reading “Saya di Mata Sebagian Orang”

Ahasveros

Dody Kristianto
Bangka Pos, 20 Mar 2011

ADIK, kau tahu jika langkah kakiku ini kian berat. Terasa ada bandul yang mengikat dan memberatinya. Pandanganku juga semakin buram, menatap kota-kota yang kulalui. Kota-kota itu adik, terus membuatku merasa serupa orang yang mengejar halusinasi. Ya, halusinasi. Aku benar merasa sendiri di tengah kota ramai itu. Adik, jika kau mendengarnya, aku meminta kau segera menanggalkan sayapmu itu. Continue reading “Ahasveros”

Gerilya Khusyuk Pengabdi Sastra

Zaki Zubaidi
seputar-indonesia.com

Sejak tahun 2009 diskusi sastra di Galeri Surabaya Jalan Pemuda mulai menggeliat lagi. Setiap bulan sekali para sastrawan muda berkumpul dalam acara Halte Sastra.

Menggelar kegiatan rutin nirlaba semacam ini butuh kekhusyukan tak berujung. Ribut Wijoto, sebagai koordinator pelaksana Halte Sasta telah melakoninya. Baginya hal itu merupakan bentuk pengabdian dari seorang penyair yang gagal. Berikut wawancara Harian SINDO dengan Ribut Wijoto. Continue reading “Gerilya Khusyuk Pengabdi Sastra”

Bahasa ยป