Siapa Yang Pamit Jelang subuh?
Lelaki tua itu menunjuk
ujung jari yang merdu
Menebar kata-kata sunyi
yang sayup-sayup pamit
Dalam ruang embun subuh Continue reading “Puisi-Puisi Rakai Lukman Kepada Umbu Landu Paranggi”
Siapa Yang Pamit Jelang subuh?
Lelaki tua itu menunjuk
ujung jari yang merdu
Menebar kata-kata sunyi
yang sayup-sayup pamit
Dalam ruang embun subuh Continue reading “Puisi-Puisi Rakai Lukman Kepada Umbu Landu Paranggi”
Kepada Umbu Landu Paranggi

Muhammad Yasir Continue reading “Penyair dan Bir”
Djoko Saryono
[rumahmu bukit batu puisi
di situ orang berziarah api arti]
usai amuk kemarau
rumput-rumput segar hijau
meminta padang-padang terbuka
dan jernih langit biru Sumba berbicara
mengabarkanmu berangkat kembara: Continue reading “EULOGI: Umbu Wulang Landu Paranggi”
SANTO PARA PENYAIR (Umbu Landu Paranggi)
Beno Siang Pamungkas
Kupasang foto lamamu di kamar
Ambil air di padasan
Kugelar tikar pandan
Dan kudaraskan puisi-puisimu
Puisi yang berkisah tentang seorang lelaki yang memilih jalan sunyi.
Tunggangi angin sabana hela selaksa kuda merdeka
Kebebasan bersama cinta. Continue reading “SELAMAT JALAN, KAWAN. SURGALAH TEMPATMU”
(Umbu Landu Paranggi, 10 Agustus 1943 – 6 April 2021)
(Penyair gelandangan yang nampaknya sudah lelah terkatung-katung menggelandangkan diri di dunia)

(Umbu Landu Paranggi, foto dari fb Warih Wisatsana)
Zehan Zareez * Continue reading “Menyentuh Puisi Umbu Wulang Landu Paranggi”