: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
Continue reading “Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian I)”
: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia
Continue reading “Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian I)”

(Tengsoe Tjahjono dan Djoko Saryono)
Tengsoe Tjahjono * Continue reading “GAGASAN MENEMU RAGA”
Djoko Saryono
Konfigurasi atau mazhab pendidikan [ala] wayang Jawa memiliki paralelisme atau kesejajaran dengan pemikiran pendidikan modern atau zaman sekarang selain memiliki aktualitas pada masa sekarang. Ini mengimplikasikan, pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi berarti bagi pendidikan modern atau zaman sekarang, bahkan pendidikan pada masa depan. Setidak-tidaknya wayang dan pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih bagi berkembangnya apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai pendidikan yang tanggap terhadap budaya lokal atau pedagogi responsif budaya lokal. Continue reading “REVITALISASI MUSEUM UNTUK WAYANG”
Kedung Darma Romansha *
Jawa Pos, 21 Feb 2021
Sastra Indonesia pascareformasi bisa dikatakan sebagai penanda lahirnya generasi baru sastra Indonesia. Lengsernya Orde Baru sangat memengaruhi pelbagai aspek kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi, budaya, maupun pandangan hidup, sehingga membentuk kondisi yang sekarang disebut sebagai era demokrasi. Continue reading “Pascarealitas, Market Plan Sastra Indonesia”
Akhmad Sekhu *
Solopos, 21 Feb 2021
Sudah berulangkali Pak Kades Matropik mengingatkan Pak Giat Maktratap untuk KB karena zaman sekarang banyak anak bukan lagi banyak rezeki, tapi banyak merepotkannya. Buktinya orang kepercayaannya itu minta bantuan terus. Sebagai kades, Matropik memang harus mau membantu kesusahan warganya karena itu memang sudah tugasnya. Apalagi Pak Giat itu orang paling berjasa membuat dirinya terpilih jadi kades. Tapi Pak Giat itu kemaruk, minta dilayani terus, jadi bisa-bisa seluruh waktu kerja Matropik tersita habis hanya untuk mengurus si sontoloyo terus. Itu tidak adil namanya. Continue reading “Lelaki Jempolan”