Jawa Pos, 11 Okt 2020
Sering Terjadi di Kota-Kota Besar 1
Menjelang siang aku mengunjungi teman
lama yang sekarang tinggal di kota. Dia bekerja
sebagai tukang bersih kantor, tetapi dirinya selalu
kotor. Continue reading “Sajak-Sajak Arafat Nur”
Jawa Pos, 11 Okt 2020
Sering Terjadi di Kota-Kota Besar 1
Menjelang siang aku mengunjungi teman
lama yang sekarang tinggal di kota. Dia bekerja
sebagai tukang bersih kantor, tetapi dirinya selalu
kotor. Continue reading “Sajak-Sajak Arafat Nur”
Karya: Agus R. Subagyo
SINOPSIS:
Seorang penari berusia paruh baya bernama Wgati Anandita. Pemilik sanggar tari warisan dari neneknya yang juga seorang penari. Tapi ibunya tak pernah mengijinkannya menjadi penari dan melarangnya sejak kecil. Continue reading “NASKAH MONOPLAY: BALADA LEDEK TAYUB”
(Catatan selepas membaca ‘Dua Kematian Quincas Si Miras Meringkik’ karya Jorge Amado)

Erwin Setia * Continue reading “KETULUSAN PARA BERANDALAN”
Aprinus Salam *
Dari berbagai kecenderungan pemakaian bahasa dalam praktik sehari-hari, menjadi tahulah kita konstruksi “selera berbahasa” yang mana yang telah menguasai diri kita. Hal ini perlu diingatkan kembali karena, secara umum, sebetulnya ada tiga lapis bahasa dalam diri kita, yakni bahasa Ibu (lokal), bahasa nasional, dan bahasa non-lokal non-nasional (asing). Implikasi dari pilihan berbahasa itu secara langsung juga memposisikan identitas seperti apa yang kita ambil. Continue reading “RASA BERBAHASA”
Munawar A. Djalil *
aceh.tribunnews.com, 30 Nov 2019
Meskipun kata sastra belum dapat didefinisikan secara khusus, namun secara umum sastra merupakan sebuah karya baik berupa tulisan/cetakan maupun hasil kreativitas emosional spontan para sastrawan. Dalam literatur sejarah sastra Aceh terdapat beberapa sebutan yang sering kita dengar seperti haba jamuen, tambeh dan ada juga yang disebut hikayat. Khusus hikayat biasanya para penyair membacanya dengan irama lagu. Continue reading “Sastra dan Dakwah Islam di Aceh”