LELAKI CACAT ITU

Arafat Nur
Harian Aceh, 21 Des 2008

SUARA lelaki itu mengingatkan Nur pada seseorang. Suara yang akrab, yang datangnya dari masa lalu. Nur berusaha meraba-raba, menerka-nerka, siapakah pemilik suara yang sama itu. Tapi terlalu sulit menangkap kenangan lalu. Sebab dia sudah melupakan semua itu setelah Jamali suaminya hilang atau mungkin meninggal tiga tahun lalu…. Continue reading “LELAKI CACAT ITU”

SEKEPING HIKAYAT DARI BANDA ACEH

Thayeb Loh Angen *
Harian Aceh, 3 Jan 2009

Hikayat ini berjudul ‘Tambeh Tujoh Blah” jilid 3, ditulis oleh T.A. Sakti. Tebalnya 236 halaman. Aku dulunya penyuka hikayat. Namun, kini tak pernah membacanya lagi. Bukan karena sudah tak suka, namun karena tak ada hikayat yang ditulis serius–ini menurutku. Bapakku seorang penyuka hikayat, sama sepertiku. Aku suka hikayat karena kalimatnya bersajak, baik sajak tengah, awal maupun akhir. Persajakan dalam hikayat membuat ia merdu saat diucapkan. Continue reading “SEKEPING HIKAYAT DARI BANDA ACEH”

Era Digital, Sastra pada Era Digital, dan Spesies Sastra Digital (4)

: “TANAH AIR DIGITAL” SASTRA

Djoko Saryono

Revolusi digital telah melahirkan dunia dan kebudayaan digital. Kehadiran kebudayaan digital ini telah memperluas, memperkaya, menggeser, mempengaruhi, dan/atau menggantikan (mensubstitusi) kebudayaan sebelumnya. Di sinilah kita kemudian dapat mengategorikan adanya (a) kebudayaan lisan, (b) kebudayaan naskah, (c) kebudayaan cetak-literasi, dan (d) kebudayaan digital. Continue reading “Era Digital, Sastra pada Era Digital, dan Spesies Sastra Digital (4)”

Bahasa »