
Raudal Tanjung Banua Continue reading “CATATAN SINGKAT DARI DUA BUKU LAWAS”
Sajak-Sajak Muhammad Yasir
Ode untuk Indonesia
Apakah kami juga Indonesia,
setelah puisi-puisi pesakitan dijual kepada redaktur koran mingguan untuk kesenangan seorang penyair?
Katakanlah bahwa kami juga Indonesia,
dan bahwa darah-darah kami telah disedot habis kekuasaan kemudian dimasukan ke dalam tong baja pemintal sutera untuk jas seorang presiden dunia ketiga! Continue reading “Sajak-Sajak Muhammad Yasir”
Puisi-Puisi Rakai Lukman
Entahlah!
tiba-tiba saja
berbincang desa kelahiran. padahal hanya butiran debu yang termenung di pojok rumah ibu. memungut sepi. menjilat pahit ampas kopi.
entahlah. tiba-tiba saja membaca tanah kelahiran. padahal hanya sepotong daun kering yang meringkuk di teras rumah bapak. menjinak sunyi. penabung abu batang rokok yang menyumbat cekung dada. Continue reading “Puisi-Puisi Rakai Lukman”
YANG MEMENGARUHI APRESIASI SASTRA (11)
Djoko Saryono *
Sudah diungkapkan sebelumnya bahwa proses keberlangsungan apresiasi sastra dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu karya sastra dan pengapresiasi sastra. Bagaimanapun dalam batas-batas tertentu karakteristik karya sastra memengaruhi proses berlangsungnya apresiasi sastra. Napas atau paham dalam karya sastra (misalnya, eksistensialisme, pantheisme, romantisme, ekspresionisme, psikologisme, dan pascamodernisme), penceritaan (misalnya, waktu cerita, teknik montase, kolase, dan asosiasi), struktur dan atau tekstur karya sastra Continue reading “YANG MEMENGARUHI APRESIASI SASTRA (11)”
Novel Orang-Orang Bertopeng (17)
Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
Teguh Winarsho AS
Beberapa hari lalu Fatma sudah melayangkan sepucuk surat balasan pada Salman yang intinya menerima cinta Salman. Tapi kini tiba-tiba Fatma bingung, tidak mengerti dengan apa yang sudah ia lakukan tempo hari. Kadang Fatma merasa bodoh telah menerima cinta Salman. Saat lain Fatma tak bisa menolak cinta Salman. Tapi yang jelas akhir-akhir ini Fatma sering merasa kepalanya pusing. Berdenyut-denyut seperti disengat ribuan lebah. Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (17)”
