Indah

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

?Jadi walau pun kita sulit makan, kita juga berkewajiban untuk ikut serta, berperan serta dalam pembudidayaan tanaman langka itu?? tanya Alung dengan sinis kepada penceramah dari kelurahan.

Petugas itu menjawab tegas. Continue reading “Indah”

TEATER PAGUPON BERJAYA DI MALAYSIA

Maman S. Mahayana

Festival Seni Teater Melayu ASEAN (Festema) 2004 berlangsung 14-19 Juli 2004 di Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Selangor, Malaysia. Timbalan Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia, Datuk Wong Kam Hoong yang mewakili YB Datuk Seri Utama, Dr. Rais Yatim, meresmikan acara yang diikuti enam grup teater, yaitu dari Malaysia (Kelab Teater Rimba, Universiti Kebangsaan Malaysia), dua dari Indonesia (Teater Pagupon Universitas Indonesia dan Sanggar Teater Selembayung, Universitas Lancang Kuning, Riau), Continue reading “TEATER PAGUPON BERJAYA DI MALAYSIA”

Aie Angek

D. Zawawi Imron *
jawapos.com

Di jalan menanjak antara Padangpanjang-Bukittinggi, Sumatra Barat, saya dan novelis Ahmad Tohari menjadi sastrawan tamu selama satu bulan di Rumah Puisi yang didirikan penyair Taufiq Ismail dan istrinya, Ati Ismail. Sampai hari ini saya telah sepuluh hari berada di antara Gunung Singgalang dan Gunung Merapi, tempat kabut dan hawa dingin menyelimuti kami setiap hari. Tempat kami selalu disapa desir daun-daun bambu, dan di depan sana ada petani-petani sayur yang tekun memakmurkan bumi. Continue reading “Aie Angek”

Kebaya Pengantin

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Ibu minta saya membeli bahan kebaya sutra, warna hijau labu siam, di Toko Delhi, langganan nenek. Bahannya polos, tidak boleh ada sulaman sedikit pun. Tanpa ditanya, ibu bercerita jika sudah menyiapkan sulaman yang akan dibuat penyulam langganannya. Di bagian depan kebaya, ia ingin memberi sulaman bunga kenanga kuning muda. Di sepanjang ujung kebaya dan seputar pergelangan tangan akan disulam daun kenanga hijau tua. Continue reading “Kebaya Pengantin”

Bahasa ยป