Sastra dan Batas-batas Bahasa

Agus Wibowo
http://www.suarakarya-online.com/

Sastra, kata William Henry Hudson dalam introduction to the study of Literature (1960), selalu menyumbangkan nilai positif bagi kemanusiaan. Itu karena anasir-anasir yang dicipta, bertalian erat dengan penikmatan ragawi dan ruhani manusia, seperti olah rasa, cipta dan karsa. Lewat kelembutan dan kehalusannya, lanjut Hudson, sastra mampu membangkitkan emosi luhur sekaligus menjembatani sifat fitrah manusia yang cinta akan keindahan. Continue reading “Sastra dan Batas-batas Bahasa”

Kota, Buku Puisi, dan Sastra Pinggiran

Fahrudin Nasrulloh
_Jurnal Kebudayaan Banyumili

Puisi adalah sebuah kota yang sedang berperang — Hans Chinowski —

Begitulah kiranya gambaran sebuah kota yang berkobar dalam benak penyair Hans Chinowski, si tokoh absurd dalam novel Factotum, karya Charles Bukowski. Kota, ya sebuah kota, sebujur fosil dari kampung silam dan seiring menderasnya waktu perlahan tersulap oleh deru zaman dan modernitas menjadi sebuah wilayah yang menawarkan pilihan hidup tidak sekadar hidup. Continue reading “Kota, Buku Puisi, dan Sastra Pinggiran”

POLITIK DALAM SASTRA ZAMAN BALAI PUSTAKA

Maman S. Mahayana *

Membandingkan novel Sitti Nurbaya dengan karya sastra yang terbit melampaui zamannya dari belahan bumi mana pun, tentu saja dibolehkan. Begitu juga tak ada undang-undang yang melarang mencantelkan tema atau konteks novel itu dengan kondisi sosio-budaya yang terjadi pada masa kini. Bukankah kita “masyarakat sastra” meyakini, bahwa begitu karya itu terbit dan kemudian menyebar ke khalayak pembaca, seketika pula ia bebas dimacam-macami. Pembaca punya hak penuh memperlakukannya sekehendak hati, termasuk dalam hal memaknainya. Continue reading “POLITIK DALAM SASTRA ZAMAN BALAI PUSTAKA”

S e n g a u

S. Jai

KESEGARAN pagi ini nresep perasaanku. Lebih hebat dari tumpukan gunung dan lembaran langit. Dua makhluk ciptaan Tuhan paling angkuh di mataku, di atas ubun-ubunku, tapi begitu mungil di dasar hati dan pikiranku. Segala benda terkukuh di semesta atas kemauanku sendiri bisa berada dalam genggaman tanganku, kubuat mainan di telapakku dalam waktu singkat yang memadat. Sekejab. Continue reading “S e n g a u”

Bahasa ยป