MENDULANG SPIRITUALITAS MENULIS HELVY TIANA ROSA

Sutejo
Ponorogo Pos

Dalam sebuah wawancara kecil dengan Kompas, seorang penulis perempuan berbakat pernah bilang begini: “Saya tidak ingin menyia-nyiakan talenta dari Tuhan dan menjadikan menulis sebagai salah satu bentuk ibadah.” Salahkah? Tentu, tidak. Karena, memang kita diciptakan oleh Tuhan untuk beribadah. Mengikat ilmu dengan menuliskannya, dengan sendirinya ibadah. Continue reading “MENDULANG SPIRITUALITAS MENULIS HELVY TIANA ROSA”

KETIKA AKU MESIN (II)

Budhi Setyawan
(lanjutan dr tulisan AKU MENUJU MESIN)

Kini aku telah mesin. Semakin banyak yang meluaskan decak melimpahkan kagum. Asa baru yang terus membukit menggunung akan sebuah mitos kemajuan. Segala mewujud dalam benda yang tampak, bisa diraba mata dunia. Gedung, jalanan, industri, pagar, rumah, danau, laut, sungai, tempat ibadah, sekolah, pakaian, dan rupa-rupa bentuk penampakan lainnya, mesti bagus menuju bias, cantik menuju carut, anggun menuju angkuh! Continue reading “KETIKA AKU MESIN (II)”

AKU MENUJU MESIN (I)

Budhi Setyawan
http://budhisetyawan.wordpress.com/

Pada sekeping pagi yang keras, aku masih malas beranjak dari ranjang yang terbuat dari berontak kata. Kuhampiri sebutir mimpi yang kurus kedinginan, aku elus dan usap. Dia yang menyimpan segala suara-suara dalam pelepah dan ranting silam. Cicit anak ayam kicau burung kokok ayam jantan embik kambing serta interlude nada dari jengkerik dan belalang yang membalut orkestra sunyi. Aku ciumi, aku peluk, dekap dan kududukkan di kursi lampau, sambil kutitipkan sejengkal jangkau. Continue reading “AKU MENUJU MESIN (I)”

SECERCA CAHAYA KURNIA, XVII: I – CI

Secerca Cahaya Kurnia
Judul: Secerca Cahaya Kurnia
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Secerca Cahaya Kurnia” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=201

Pertanyaan-pertanyaan tumpah bagai seribu kehendak terlaksana,
memburu tak terjangkau, terpontang-panting mencari gagasan sayang (XVII: I). Continue reading “SECERCA CAHAYA KURNIA, XVII: I – CI”

Bahasa ยป