Batu Domino yang Beradu

Marhalim Zaini
Jawa Pos, 3 Juli 2005

Lebih baik jadi kuli di negeri sendiri.
Setelah segalanya seperti menyusut ke dalam gelap, dan menghadirkan bintik-bintik cahaya lampu, serupa ratusan bintang yang terapung di sepanjang pelabuhan, di sinilah surga mereka. Di mana lagi, selain kedai kopi tempat mereka kembali, tempat (seolah) mereka menemukan sebuah keluarga. Surga dapat dibangun di mana saja, dan dihuni oleh siapa saja, pikir mereka. Keluarga adalah surga. Keduanya ada saat kita membuatnya ada. Dan mereka selalu merasa menemukan keduanya. Continue reading “Batu Domino yang Beradu”

D. Zawawi Imron: Duta Madura untuk Sastra Indonesia Modern

Jamal D. Rahman

Dia adalah manusia ajaib dalam khazanah sastra Indonesia. Dari mana datangnya penyair ini? Apa yang bisa menjelaskan bahwa dari Batangbatang, sebuah desa sekitar 20 km sebelah timur kota Sumenep, Madura, lahir seorang penyair penting Indonesia yang sangat produktif, tanpa pendidikan dan pergaulan intelektual yang memadai? Tidak seperti banyak pernyair Indonesia, D. Zawawi Imron tetap memilih tinggal di desa kelahirannya, tempat inspirasi bergumul dengan imajinasi yang kemudian diolahnya menjadi konstruksi estetis yang relatif memukau. Continue reading “D. Zawawi Imron: Duta Madura untuk Sastra Indonesia Modern”

PENAMPAKAN DOA SEMALAM, XI: I- CVI

Penampakan Doa Semalam
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Penampakan Doa Semalam” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=213

Darimu gairah meledakkan kulit dan isi, ruh hayat timur barat menggelinjak
ke dada awan merangkul ombak, ketika warna tak lagi persoalkan cahaya (XI:I). Continue reading “PENAMPAKAN DOA SEMALAM, XI: I- CVI”

“Ibu, Aku Belum Siap Engkau Bereinkarnasi Lagi!”

Dian Hartati*

Akhirnya mobil itu meninggalkan lapangan parkir yang basah. Hujan sedari pagi membasahi jalan-jalan kota yang dipenuhi guguran daun. Di dalam mobil terlihat seorang perempuan menangis dengan hening. Tak ada yang ditatapnya selain jalanan yang sepi, tangannya sibuk di belakang kemudi. Sesekali dia mengusap air mata, tak ada yang abadi pikirnya. Tak ada yang abadi selain perubahan. Continue reading ““Ibu, Aku Belum Siap Engkau Bereinkarnasi Lagi!””

BEKARYA UNTUK HIDUP LEBIH LAMA DAN MENGISI KEARIFAN DUNIA

Judul Buku: Menulis Kreatif; Kiat Cepat Menulis Puisi dan Cerpen
Pengarang: Sutedjo dan Kasnadi
Pengantar: Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A.
Penerbit: Nadi Pustaka
Tebal Buku: xii + 308 hlm; 14, 5 x 20, 5 cm
Peresensi : Imamuddin SA

Melangkah itu indah, berpikir itu merajut dzikir, berkarya itu melukis pesona. Dan menulis kreatif adalah salah satu upaya untuk melukis pesona itu. Sebuah pesona kepenulisan yang sering kali kita abaikan. Padahal Dr. penebekker pernah mengingatkan bahwa menulis itu adalah obat kesehatan. Continue reading “BEKARYA UNTUK HIDUP LEBIH LAMA DAN MENGISI KEARIFAN DUNIA”

Bahasa »