Marhalim Zaini
Cerpen CWI 2006, dalam Antologi Lok Tong
“Betul-betul makan sumpah jaring batu ini, Cuih!” Ludahnya bau pahit kesumat. Tiap hari, bahkan tiap saat. Tiap ia teringat kepala kekasihnya tergolek bagai sebongkah kelapa, teregok-egok dalam gelombang laut Selat Melaka, teregok-egok pula dalam pasang air matanya. Entah telah berapa gantang ludah untuk menyumpah-nyumpah yang tumpah dari mulutnya, di sepanjang beting, sepanjang tepian pantai abrasi, sepanjang hari-hari sesenyap mati. Continue reading “Jaring Batu”

