Kontradiksi Diskursus Poskolonial di Indonesia

Mashuri

Kisah-kisah merupakan hal terpenting di antara apa yang dikatakan oleh para penjelajah dan para novelis tentang kawasan-kawasan asing di dunia; kisah-kisah itu juga menjadi metode masyarakat yang terjajah untuk menegaskan identitas diri mereka sendiri serta eksistensi sejarahnya sendiri (Edward Said, Culture and Imperalism, hal xiii) Continue reading “Kontradiksi Diskursus Poskolonial di Indonesia”

Romo Mangun dalam Kacamata Saya yang Tebal

Bernando J. Sujibto *

SASTRA humanistik yang berakar kepada konteks kehidupan akar rumput, sebuah upaya berkesenian yang kembali kepada fitrahnya (baca: littérature engagée), meminjam istilah Jean-Paul Sartre (Paris, 21 Juni 1905 – id. 15 April 1980), sastrawan eksistensialis Prancis, akan dengan mudah ditemukan dalam diri sosok sastrawan-novelis Y.B. Mangunwijaya. Continue reading “Romo Mangun dalam Kacamata Saya yang Tebal”

BAIT-BAIT PERSEMBAHAN, III: I – XCIII

Bait-bait Persembahan
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Bait-bait Persembahan” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=229

Istirahlah perempuan agung, sambut mentari esok lewat sedenyar fajar
dan tunjukkan wajah berserimu di hadapan cahaya (III: I). Continue reading “BAIT-BAIT PERSEMBAHAN, III: I – XCIII”

Bahasa »