166 NAMAKU
166 namaku
Aku bukan angka
Bukan pepohonan dan rimba
166 namaku
Aku bukan angka
Bukan sungai dan segara Continue reading “Puisi-Puisi L.K. Ara”
166 NAMAKU
166 namaku
Aku bukan angka
Bukan pepohonan dan rimba
166 namaku
Aku bukan angka
Bukan sungai dan segara Continue reading “Puisi-Puisi L.K. Ara”
Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
Teguh Winarsho AS
Malam semakin larut. Beberapa orang pamit pulang. Tapi segera disusul oleh kedatangan beberapa orang lain lagi. Alhasil, warung Cut Hindar tak pernah sepi. Sebagai janda yang boleh dibilang masih lumayan muda, Cut Hindar memang pandai memikat pembeli. Kerling matanya yang aduhai sering membuat anak-anak muda betah tinggal di situ. Bahkan diam-diam banyak laki-laki terutama dari luar kampung yang tergila-gila dan bermaksud meminang Cut Hindar. Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (16)”
1
Badai telah sampai di kamar tidurku. Semalam berkecamuk lepas dari scenario mimpi, meluap menampar apa saja. Badai itu adalah kepengapan beriring ketidaktahuan bagaimana menghentikan semua. Rasa pilu, tawa gila, kecemasan memecah kepala, jantung ledakan semburat. Continue reading “Lima Puisi Serangkai, Dody Yan Masfa”
Lesik Keti Ara, Sosok inspiratif dari Tanah Gayo

Willy Ana Continue reading “L.K. Ara dan Semangat Sastra yang Terus Menyala”
Jejak Kata, L.K. Ara

Ferdian Ananda Majni Continue reading “Jejak Kata, Penyair, dan Seniman untuk LK Ara”