TUA
Lelaki tua dengan pikulan di pundaknya
bersahaja menghitung laba
Sedari tadi mondar-mandir menawarkan
dengan segala upaya
di antara para manusia,
para pengunjung taman wisata Continue reading “Puisi-Puisi Sumargono SN”
TUA
Lelaki tua dengan pikulan di pundaknya
bersahaja menghitung laba
Sedari tadi mondar-mandir menawarkan
dengan segala upaya
di antara para manusia,
para pengunjung taman wisata Continue reading “Puisi-Puisi Sumargono SN”
Imamuddin SA *
Wiji Thukul pernah menyatakan, “Puisi adalah kata-kata gelap yang berkeringat dan berdesakan mencari jalan. Pernyataan itu dapat ditarik dalam dua sudut pandang; puisi sebagai produk dan puisi dalam ranah proses kreatif. Continue reading “Proses Kreatif; Sebuah Potret Kilat”
Sunu Wasono
LENGA TALA: BETIS DAN KUTUKAN (5)
Bambang Kumbayana terus saja berjalan. Tak dipedulikannya rasa lapar dan haus. Sepanjang hari sepanjang bulan hanya berjalan dan berjalan sampai pada suatu waktu ia bertemu dengan bengawan (sungai). Di sinilah ia baru berhadapan dengan masalah yang berarti. Ia tidak bisa berenang, sementara ia harus menyeberangi sungai. Continue reading “LENGA TALA: BETIS DAN KUTUKAN (5-7)”

M. Harir Muzakki Continue reading “TUNGGAK JATI CEMPURUNG”
Fatah Yasin Noor *
Masih panas. Adalah ketenangan penyair mendalami rasa. Kopi panas itu kita tunggu sejenak. Sengaja kita lihat beberapa menit. Aku tidak mendiamkan kopi. Aku cuma membiarkan kopi tanpa kusentuh, karena masih panas. Aku diam. Kopi bergerak bersama cuaca. Sejenak saja panasnya berkurang. Aku dekatkan bibir cangkir ke bibirku. Masih panas. Continue reading “Persiapan Nyeruput Kopi”