INTEGRASI KE-MADURA-AN DALAM PUISI DAN DIRI

Matroni Musèrang *

Dalam tulisan ini saya akan mencoba berkenalan dengan penyair Madura yang tidak menetap di tanah kelahirannya, namun rasa Maduranya masih kental dan manis. Di komunitas ‘Kutub’ Pondok Pesantren Hasyim Asy’arie Yogyakarta, saya berguru kepada tiga penyair Pulau Garam “Madura,” Mahwi Air Tawar, Salman Rusydie Anwar, dan Ahmad Muchlis Amrin, di samping juga kepada pengasuh K.H. Zainal Arifin Thaha (alm) dan Kuswaidi Syafi’ie, Evi Idawati, Raudal Tanjung Banua, Joni Ariadinata, tetapi tulisan ini hanya focus pada tiga penyair yang sama-sama memiliki ciri khas dalam menulis puisi. Continue reading “INTEGRASI KE-MADURA-AN DALAM PUISI DAN DIRI”

PERCAKAPAN SINGKAT DENGAN KIAI SUTARA

Taufiq Wr. Hidayat *

Bagi saya, Kiai Sutara memang unik. Beliau manusia yang hidup dengan sederhana, gemar bercanda, dan tertawa terpingkal-pingkal. Sosok kiai yang langka. Pengetahuannya tak hanya sebatas agama, tapi meluas pada banyak sekali bidang pengetahuan. Bahkan memetik senar-senar gitar, memainkan musik klasik Beethoven dan Mozart yang rumit, kemudian melompat begitu jauh dengan memainkan dangdutan dengan riang. Continue reading “PERCAKAPAN SINGKAT DENGAN KIAI SUTARA”

PASTI

Goenawan Mohamad

Tujuan ilmu adalah kebenaran, bukan kepastian — Karl Popper

Dari abad ke abad, wabah adalah ketidak-pastian. Juga sekarang. Ilmu pengetahuan selalu menjanjikan jawab yang meyakinkan, tapi bersamaan dengan itu juga hidup dari pertanyaan dan perdebatan. Apa yang kemarin kita ketahui tentang Covid 19 hari ini tak sebulat sebelumnya. Continue reading “PASTI”

Bahasa »