Proses Kreatif dan Gerakan Sastra Kampung

Matroni Musèrang *
kawaca.com/2017/10/

Bagi saya sastra, khususnya puisi sebuah perjalanan mistik. Mistik di sini harus dimaknai secara luas yaitu mistik yang membuka diri (inklusivitas) terhadap penyingkapan dasar-dasar kenyataan dan kehidupan sehari-hari. Artinya sastra mistik di sini bukan sastrawan yang harus menyendiri, tertutup diri (ekslusif), akan tetapi membuka diri terhadap berbagai fenomena kehidupan (kemanusiaan), dan keilmuan filsafat, budaya, seni, politik, dan agama, lebih-lebih sastra agar kita tidak “iri” terhadap seseorang dan institusi apa pun. Continue reading “Proses Kreatif dan Gerakan Sastra Kampung”

Santri dan Barokah Sang Kiai

Habibullah *
Radar Madura JP, 8 Juli 2018

KATA “barokah” sangat populer melebihi apa yang bisa dipahami dari kata itu sendiri. Sehingga, kata ini begitu sakral, dan rasanya tidak bisa diperoleh dengan cara biasa.

Imam Nawawi Jawi, konon, menjadi ulama alim karena selama belajar di Makkah senantiasa melinting rokok gurunya. Selesai belajar dari Makkah, dia pulang dan “tiba-tiba” menjadi orang alim serta penulis kitab. Ini semua karena barokah gurunya. Sebab, Imam Nawawi selalu melinting rokok sang guru. Continue reading “Santri dan Barokah Sang Kiai”

Bahasa »