Ke Arah Seni Berisi: Sekitar Soal “Tendens”

Boejoeng Saleh

I
Masalah tendens sebagai suatu segi persoalan nisbah seniman terhadap masyarakat atau dengan kata-kata lain fungsi seniman di dalam masyarakat setelah Perang Dunia kedua hingga kini mendapat kehangatannya kembali karena berbagai penyiaran-penyiaran baru, sekalipun masalah itu telah menjadi tema diskusi-diskusi kesenian dan keilmuan sejak lebih daripada seabad yang lampau. Di dalam polemik H.B. Jassin lawan Klara Akustia hampir dua tahun yang lampau dan polemik Aoh Kartahadimadja lawan Bakri Siregar kemudiannya soal itu telah disenggol-senggol sedikit, sekalipun belum bertegas-tegas. Continue reading “Ke Arah Seni Berisi: Sekitar Soal “Tendens””

Setelah “Sesuatu Indonesia” Tentang Sastra Kita di Masa Depan

Muhammad Al-Fayyadl

Tiap ditanya soal masa depan sastra Indonesia, saya selalu ragu menjawabnya. Pertama, saya kira tak seorang pun dapat meramalkan masa depan. Pengertian masa depan begitu cair dan penuh kontradiksi. Yang kita anggap masa depan lebih merupakan bayangan, imajinasi, atau keinginan kita tentangnya. Kedua, pasti memusingkan bila bicara tentang masa depan narasi sejarah bernama “sastra Indonesia”. Continue reading “Setelah “Sesuatu Indonesia” Tentang Sastra Kita di Masa Depan”

Bahasa »