Marhalim Zaini
Riau Pos, 1 Juni 2014
Di awal tahun 2008, saya pernah menulis esai cukup panjang di media ini, berjudul “Ihwal Regenerasi Sastra Riau.” Esai ini, kemudian direspon oleh seorang sastrawan dari Sumatera Barat, Zelfeni Wimra, dengan judul, “Setelah Regenerasi Sastra, Apa Lagi?” Karena saya anggap perlu merespon balik esai itu, lalu saya menulis lagi dengan judul yang agak provokatif, “Ayo, Lupakan Saja Indonesia!” Fokus dari tulisan saya itu sebetulnya lebih bersifat catatan dokumentatif ihwal bagaimana dinamika pergerakan sastra Riau (modern) sejak awal kelahirannya. Namun, menjadi agak meluas ke wilayah “ideologi sastra” setelah direspon Zelfeni. Continue reading “Riau Pos dan Generasi Baru Penyair Riau”

