Franz Kafka, The Castle (Das Schloss)

Sigit Susanto Continue reading “Perbedaan Edisi Max Brod dan Teks Asli (Orginalfassung) Novel Kastil”
Franz Kafka, The Castle (Das Schloss)

Sigit Susanto Continue reading “Perbedaan Edisi Max Brod dan Teks Asli (Orginalfassung) Novel Kastil”
Djoko Saryono *
Dalam apresiasi sastra terjadi interaksi antara manusia-pengapresiasi dan sastra. Terjadinya interaksi ini berarti adanya perjumpaan aktif antara manusia-pengapresiasi dan sastra-yang-diapresiasi. Adanya perjumpaan memungkinkan berlangsungnya perjamuan dan percakapan imajinatif literer antara manusia-pengapresiasi dan sastra-yang-diapresiasi. Oleh karena itu, apresiasi sastra dapat dikatakan sebagai dunia-perjumapaan antara dunia-manusia dan dunia-kewacanaan literer. Selanjutnya, hal ini memungkinkan dibangunnya dunia-perjumpaan dan dunia-percakapan. Continue reading “TUJUAN APRESIASI SASTRA (5)”

Muhammad Yasir Continue reading “Dor… Dor… Dor!”
Lan Fang
Pikiran Rakyat, 17 Mei 2008
Di rumah. Hujan. Di teras. Duduk. Air jatuh satu-satu dari bibir genting. Menciprati lantai. Menggenangi rumput. Susul menyusul. Menjadi bunyi yang paling sepi.
Kamu suka musik klasik atau musik jazz?” tanyamu, seakan-akan itu adalah pertanyaan penting. Padahal, itu tidak penting. Karena aku punya pertanyaan lain yang lebih penting untukmu. “Kamu suka hujan waktu pagi hari atau sore hari?” Ini pertanyaan penting untukku. Tetapi aku tahu bahwa itu pertanyaan yang tidak penting menurutmu. Continue reading “YANG PALING PENTING”
An. Ismanto
Sinar Harapan, 15 Sep 2007
Sehembus angin menghambur-hamburkan debu, dedaunan layu dan ceceran kertas di halaman rumahnya ketika suatu sore ia menemani suaminya bercengkerama di beranda. Terdengar bunyi gemeresak yang ribut. Mendengar bunyi itu, ingatannya terseret kembali ke detik-detik menegangkan bertahun-tahun lalu, ketika ia berdiri di pintu dengan cemas sementara azan maghrib menjengkali setiap penjuru udara. Namun, seperti biasa, suaminya selalu saja membuyarkan saat-saat menggetarkan itu. Continue reading “Seorang Ibu Menunggu”