Novel Orang-Orang Bertopeng (1)

Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002

Teguh Winarsho AS

SATU

MALAM dingin. Kersik angin, ranting patah, daun gugur, tetes embun, menimbulkan irama lain di malam pekat itu. Mengalun merdu. Sesekali meliuk-liuk, menukik-nukik bagai belati terlempar di udara subuh tertimpa cahaya lampu. Lalu sunyi. Sunyi itu mengalirkan kenangan masa lalu. Satu persatu peristiwa kemudian saling berdesakan di kelopak mata seperti ingin minta dibaca dan dikenang kembali. Tapi masih adakah waktu untuk mengenangnya lagi? Adakah sebuah tempat yang nyaman untuk sekadar berbagi rasa kepada seorang sahabat, saudara, anak atau istri sembari minum kopi di warung atau teras rumah tanpa dicurigai? Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (1)”

FUNGSI APRESIASI SASTRA (6)

Djoko Saryono *

Sebelumnya sudah dikemukakan bahwa apresiasi sastra bertujuan menyelenggarakan perjamuan dan percakapan imajinatif-literer agar terhidang atau tersuguh (i) pengalaman, (ii) pengetahuan, (iii) kesadaran, dan (iv) hiburan. Agar tujuan ini tercapai, apresiasi sastra mengemban fungsi tertentu. Di sini fungsi merupakan suatu jalan atau wahana tercapainya tujuan-tujuan apresiasi sastra. Diselaraskan dengan tujuan yang akan dicapai, fungsi apresiasi sastra juga dapat digolongkan menjadi empat macam, yaitu (i) fungsi eksperensial, (ii) fungsi informasional, (iii) fungsi penyadaran (konsientisasi), dan (iv) fungsi rekreatif. Keempat fungsi ini diulas berikut ini. Continue reading “FUNGSI APRESIASI SASTRA (6)”

Bahasa ยป