PEMUDAAN (REJUVINASI) WAYANG DAN MUSEUM

Djoko Saryono *

Konfigurasi atau mazhab pendidikan [ala] wayang Jawa memiliki paralelisme atau kesejajaran dengan pemikiran pendidikan modern atau zaman sekarang selain memiliki universalitas dan aktualitas pada masa sekarang. Ini mengimplikasikan, pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi berarti bagi pendidikan modern atau zaman sekarang, bahkan pendidikan pada masa depan. Setidak-tidaknya wayang dan pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih bagi berkembangnya apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai pendidikan yang tanggap terhadap budaya lokal atau pedagogi responsif budaya lokal. Continue reading “PEMUDAAN (REJUVINASI) WAYANG DAN MUSEUM”

Buru, Buku, dan Pesan Bung Karno

Raudal Tanjung Banua *
Kompas, 8 Sep 2018

Di halaman sebuah rumah tua di kota Namlea, Pulau Buru, Maluku, terdapat tugu berbentuk tinju, mengacung ke udara yang panas, seolah mengucap dengan tegas, “Merdeka atau Mati!” Di bawah kepalan tangan itu, terdapat kalimat yang tak kalah menggugah, “Indonesia tanpa Buru bukanlah Indonesia”. Itulah pesan Bung Karno, Presiden pertama RI saat berkunjung ke “Bumi Kayu Putih” pada tahun 1957. Continue reading “Buru, Buku, dan Pesan Bung Karno”

Menyelidik Karya Sastra seperti HB Jassin

Hasan Aspahani *
Kompas, 9 Juni 2018

Ketika Universitas Indonesia menganugerahi gelar doktor honoris causa, pada 14 Juni 1975, HB Jassin menerima dengan khawatir. Gelar kehormatan dari perguruan tinggi—lembaga dengan otoritas ilmiah itu—jelas bernilai dan bermuatan akademis. Justru itulah yang dikhawatirkan olah Jassin, kekhawatiran yang bercabang ke dua arah. Continue reading “Menyelidik Karya Sastra seperti HB Jassin”

Bahasa »