KONFIGURASI PENDIDIKAN DALAM WAYANG

Djoko Saryono *

/1/
Sebagai habitus, arena atau ranah kontestasi kepentingan, kekuatan, dan kekuasaan pendidikan, wayang [sebagai lakon, pertunjukan, dan komunitas] menghadirkan dan mencontohkan konfigurasi pendidikan yang membentuk sebuah corak atau ”mazhab” pendidikan tertentu, yang demi kemudahan dapat disebut corak atau ”mazhab” pendidikan wayang. Di sini timbul pertanyaan: seperti apakah konfigurasi atau karakteristik ”mazhab” pendidikan wayang? Menurut hemat saya, konfigurasi atau karakteristik ”mazhab” pendidikan wayang Jawa sebagai berikut. Continue reading “KONFIGURASI PENDIDIKAN DALAM WAYANG”

MEMBACA PERISTIWA, MENJUMPAI MANUSIA

Catatan Kesan atas Kumpulan Puisi “Nyala Abadi”

A. Syauqi Sumbawi *

Peristiwa kemanusiaan merupakan inti, sekaligus menggerakkan kehidupan dunia. Di sini, keterlibatan manusia menjadi sebuah keniscayaan, dimana keberadaannya tidak hanya sebagai subjek, tetapi juga sebagai objek peristiwa. Sederhananya, manusia adalah pembaca, kauniyah, dan proses itu sendiri. Karena itu, sangat dipahami jika perintah pertama yang diberikan kepada manusia adalah perintah membaca—proses intelektualitas dan spiritualitas—, yang pada gilirannya melahirkan kesadaran atas kemanusiaannya. Continue reading “MEMBACA PERISTIWA, MENJUMPAI MANUSIA”

Gawat Darurat Anjung Seni Idrus Tintin

Marhalim Zaini
Riau Pos, 23 Feb 2014

SALAH satu gedung megah menjulang yang termasyhur di kota Pekanbaru, adalah Anjung Seni Idrus Tintin. Termasyhur, terlebih karena, tampak secara fisik, memang mencuri fokus: megah menjulang di lokasi strategis, dalam komplek Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandarserai—yang belakangan mesti dipertanyakan apakah benar di sini art center itu?). Continue reading “Gawat Darurat Anjung Seni Idrus Tintin”

Bahasa »