
Fatah Anshori * Continue reading “Membaca Esai-esai Dea Anugrah”
Bukan Sinema, Bukan Sastra, Juga Bukan Kopi
Eka Kurniawan *
Jawa Pos, 16/11/2019
TEMPO hari sutradara papan atas Hollywood, Martin Scorsese, membuat heboh dengan pernyataannya bahwa film-film Marvel bukan ’’sinema’’. Mereka lebih mirip wahana taman hiburan, sambungnya dalam opini di New York Times (4/11/2019). Continue reading “Bukan Sinema, Bukan Sastra, Juga Bukan Kopi”
Menerjemahkan atau Menjinakkan Kartini?
Joss Wibisono *
Majalah Tempo, 24 Apr 2017
Menerjemahkan sebuah naskah adalah mencari padanan kata, kalimat, atau ungkapan bahasa yang digunakan dalam naskah itu ke dalam bahasa lain. Padanan di sini mensyaratkan persamaan yang setaraf, yang berimbang atau berbobot sama. Lebih dari itu, penerjemahan juga mensyaratkan pemahaman nuansa sebuah tulisan; terjemahan yang berhasil akan berhasil pula menerjemahkan nuansa sebuah karya, apalagi kalau karya itu berbobot sastra. Continue reading “Menerjemahkan atau Menjinakkan Kartini?”
MENSYUKURI BUKU

Djoko Saryono * Continue reading “MENSYUKURI BUKU”
W.S. RENDRA: SPIRIT SASTRA DAN SOSIAL
Ilham Roesdy *
Tanggal 7 November 2016, pada acara “Tadarus Puisi” di Taman Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, saya disuguhkan beberapa naskah puisi seorang maestro besar, WS Rendra. Sebuah gerakan “One Day for Rendra” lahir sebagai bentuk antusiasme sejumlah mahasiswa Fakultas Adab untuk mengenang perjuangan para sastrawan bangsa. Sebuah penyadaran yang sengaja dibentuk bertepatan dengan hari lahir sang sastrawan WS Rendra, yaitu pada tanggal 7 November 1935, sekaligus untuk mengenang jasanya kepada bangsa Indonesia. Continue reading “W.S. RENDRA: SPIRIT SASTRA DAN SOSIAL”
