Gus Dur, Sang Penakluk Nomor Wahid

Yudi Anugrah Nugroho
merahputih.com, 7/9/2017

ADDHAKIL atau ‘sang penakluk’ sempat bersanding di belakang nama Abdurrahman. Entah mengapa nama tersebut berganti menjadi Wahid. Dua arti kata tersebut bisa jadi merupakan doa agar pria kelahiran hari ke-4 bulan Sya`ban atau 7 September 1940, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, kelak menjadi ‘sang penankluk’ juga orang nomor wahid atau satu. Continue reading “Gus Dur, Sang Penakluk Nomor Wahid”

MENUNGGU SETAN LEWAT

Abdurrahman Wahid
Majalah Tempo, 10/3/1984

TENGAH malam di Jalan Raya Rangkayo Rasuna Said, Jakarta, yang dikenal dengan “nama tradisional”Jalan Kuningan. Cuaca gerimis. Tak ada orang tampak berjalan kaki, apalagi yang menyeberangi jalan selebar itu. Namun mobil Toyota Corolla DX warna putih itu berhenti, ketika lampu merah untuk penyeberangan menyala. Mobil menunggu dengan sabar, hingga lampu hijau. Mobil-mobil lain, yang juga hanya satu dua, tak mengindahkan lampu merah dan terus berlari. Continue reading “MENUNGGU SETAN LEWAT”

Membuat  Sajak Melihat Lukisan

Chairil Anwar

Sajak terbentuk dari kata-kata, seperti juga sebuah lukisan dari cat dan sehelai kain, atau sebuah patung dari pualam, lempung dan sebagainya. Tapi mereka yang mengalami keterharuan ketika melihat suatu lukisan atau sebuah patung, tidak akan menganggap kualitas cat dan kain atau batu pualam sebagai soal yang penting, soal yang pokok. Bukanlah bahan-bahan yang dipakai yang penting, yang penting adalah hasil yang dicapai. Continue reading “Membuat  Sajak Melihat Lukisan”

Bahasa »