AMSAL CAHAYA
Seperti sisa cahaya
yang jatuh ke dalam kaca.
Seperti itu pula
kusebut cerita kita:
indah dan fana. Continue reading “Sajak-Sajak Anugrah Gio Pratama”
AMSAL CAHAYA
Seperti sisa cahaya
yang jatuh ke dalam kaca.
Seperti itu pula
kusebut cerita kita:
indah dan fana. Continue reading “Sajak-Sajak Anugrah Gio Pratama”
Nur St. Iskandar
“Bahasa menunjukkan bangsa,” kata pepatah kita. Meskipun arti kiasannya yang sebenarnya: “Budi-bahasa yang halus alamat orang baik dan tutur-kata yang tak senonoh menunjukkan asal bukan orang bangsawan, bukan orang yang berbangsa baik,” akan tetapi dalam uraian pembuka kata ini, saya ambil maknanya yang umum, yaitu makna sepatah-patah kata itu. Jadi kita sekalian berbahasa Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa kita bangsa Indonesia, orang Indonesia sejati, walaupun asal-usul kita menurut daerah kelahiran kita masing-masing boleh dikatakan berlain-lain, berbeda-beda jua. Dan bahasa daerah itu pun berlain-lain dan berbeda-beda pula. Continue reading “Peranan Balai Pustaka dalam Perkembangan Bahasa Indonesia *”
1. KAKEKNYA
Semarang, 1927. Tepat tiga hari setelah Chiang Kai Sek menggorok leher kaum komunis di Cina, kakeknya yang bertulang punggung tegap laiknya Homo Soloensis, nekat mendaftar jadi anggota Partai Komunis Indonesia (di bawah pimpinan utusan rahasia Komintern, Paul Mussotte), di kota Semarang. Continue reading “2 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *”
Indra Intisa
Selama ratusan tahun, aku kalian percaya sebagai bukit keramat tanpa pernah bisa kubantah. Selama itulah, aku sering dipuja-puji, diberikan sesajen bagi yang minta-minta, dikirimi doa-harap supaya kaya dan sembuh dari penyakit, dan dihormati layaknya Tuhan. Kalian sering menyebutku sebagai bukit keramat pelindung kampung. Katanya, jika ada orang-orang daerah lain yang berbuat jahat di kampung ini, maka aku akan segera melindungi kampung. Mengusir orang-orang yang berniat buruk. Bahkan kalian percaya jika aku memiliki hunian para dewa-dewi, makhluk halus, Datuk (sebutan untuk harimau siluman; para hunian), dan sebagainya yang setiap saat bisa melindungi kampung. Continue reading “BUKIT SANGGO INAI”
Muhammad Fikry Mauludy
pikiran-rakyat.com, 29/11/2019
Perkawanan Perempuan Menulis menambah khazanah kisah di balik sejarah demokrasi Indonesia dengan meluncurkan buku “Tank Merah Muda”, di Bandung. Buku itu memuat 18 cerita pendek dari 6 penulis perempuan. Continue reading “Tank Merah Muda, Kumcer Penulis Perempuan”