APAKAH SEBUAH PUISI YANG INDAH SELALU MUDAH “DIPAHAMI”?

Ahmad Yulden Erwin

Apa yang dimaksud puisi kompleks, puisi sederhana, dan puisi gelap? Di Indonesia, puisi sering dimaknai kompleks atau sederhana terkait soal ekspresi bahasanya. Puisi sederhana cenderung menggunakan kalimat sederhana, parole, diksi sehari-hari atau diksi yang umum digunakan, serta metafora atau simbol sederhana. Sedangkan puisi kompleks cenderung menggunakan kalimat luas atau permainan sintaksis, abstraksi atau pemadatan makna, diksi-diksi khusus, serta metafora dan atau simbol yang kompleks. Sebenarnya, kedua ekspresi bahasa itu bukanlah ukuran dari estetik atau tidak estetiknya satu puisi yang bernilai sastra, tetapi tergantung pada kemampuan penyair untuk membangun komposisi puitik (ketepatan linguistik, kedalaman tematik, gita-puitik, lukisan-puitik, serta inovasi puitik) secara tepat, sehingga puisi itu menjadi indah secara estetika dan bermakna. Continue reading “APAKAH SEBUAH PUISI YANG INDAH SELALU MUDAH “DIPAHAMI”?”

AKAR TRADISI SASTRA INDONESIA

Maman S. Mahayana

Belanda sebagai negara kecil di Eropa sebenarnya cukup punya reputasi yang baik sebagai negara kolonial yang berhasil merambahkan kekuasaannya sampai ke Afrika. Meski begitu, Belanda termasuk salah satu negara kolonial yang gagal menanamkan jejak peradabannya di negara bekas koloninya dibandingkan negara-negara Eropa lainnya, seperti Inggris, Prancis, Portugis atau Spanyol. Paling tidak, bahasa dan agama yang ditinggalkan negara-negara kolonialis itu menciptakan semacam ikatan sejarah yang menghubungkan negara-negara itu dengan bekas wilayah koloninya. Belanda tidak! Agama tidak, bahasa pun tak! Continue reading “AKAR TRADISI SASTRA INDONESIA”

Bahasa ยป