Robohnya Soetedja Kami

Teguh Triantono *
Kedaulatan Rakyat, 2 Agu 2015

Di tepinya sungai Serayu/
waktu fajar menyingsing/

BEBERAPA hari yang lalu, saya melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Purwokerto dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Dua baris lirik lagu di atas saya dengar dalam bentuk instrumen saat kereta api memasuki dan berhenti di stasiun Kroya. Kemudian instrumen yang sama saya dengar lagi saat kereta berhenti di stasiun Notog, dan berakhir di stasiun Purwokerto. Instrumen tersebut merupakan penggalan lagu ‘Di Tepi Sungai Serayu’ karya komponis legendaris kelahiran Banyumas R Soetedja Poerwodibroto. Mendengar instrumen tersebut, sebagai orang Banyumas, saya merasa bangga bahwa Banyumas memiliki seorang komponis legendaris. Continue reading “Robohnya Soetedja Kami”

SENI PEMBERONTAKAN ALA ULAR TANGGA

Ulasan novel “Ular Tangga”

Endhiq Anang P
Harian Fajar, 30/9/2018

Dalam sastra Indonesia, setidaknya ada dua novel yang memberikan panduan seni pemberontakan. Yaitu, Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer dan Ular Tangga karya Anindita S. Thayf. Bila dalam Arok Dedes sebuah pemberontakan harus bertopang pada Empat Kaki Nandi, dalam Ular Tangga bertumpu pada Empat Kaki Gajah-Satu Belalai. Continue reading “SENI PEMBERONTAKAN ALA ULAR TANGGA”

Strategi Estetik Kuntowijoyo dan Umar Kayam

Indra Tranggono *
Kedaulatan Rakyat, 9 Agu 2015

STRATEGI estetik selalu dibutuhkan bagi setiap penulis karya sastra, baik cerpen, novel maupun puisi. Strategi estetik bisa dipahami sebagai pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan perwujudan/pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi dalam melahirkan karya seni (dalam hal ini sastra). Terkait dengan hal tersebut, menarik untuk dibahas proses kreatif dua sastrawan besar Kuntowijoyo dan Umar Kayam. Continue reading “Strategi Estetik Kuntowijoyo dan Umar Kayam”

SEPERTI SEBUAH PUISI LIRIK

Ahmad Yulden Erwin

Makalah ilmiah Teori Relativitas Khusus karya Albert Einstein itu cuma 30 halaman. Disertasi John Nash tentang Teori Permainan cuma 28 halaman. Makalah ilmiah Teori Ketaklengkapan karya Kurt Godel hanya sekitar 35 halaman. Buku Tractatus Logico Philosophicus karya Ludwig Wittgenstein hanya 60 halaman. Semua karya tulis itu merupakan puncak-puncak pencapaian sains pada abad modern. Semuanya ditulis secara ringkas. Continue reading “SEPERTI SEBUAH PUISI LIRIK”

Bahasa »