Adinegoro dan Ensiklopedia Berbahasa Indonesia Pertama

Hairus Salim H.S. *
Majalah Tempo, 9 Jun 2013

Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan atau lebih dikenal sebagai Adinegoro (1904-1967) menyumbang banyak pada bahasa Indonesia karena dua buah karyanya yang bisa disebut “pertama” dalam bahasa Indonesia: Atlas Semesta Dunia (1952, bersama Adam Bachtiar dan Sutopo) dan Ensiklopedi Umum dalam Bahasa Indonesia (1954). Continue reading “Adinegoro dan Ensiklopedia Berbahasa Indonesia Pertama”

Gus Dur dan Pemikiran Sastra Pesantren


Ahmad Zaki Muntafi *

Siapa yang tak kenal sosok Gus Dur? Sosok yang sangat progresif-inspiratif dengan segala pemikirannya. Bukan itu saja, Gus Dur dianggap pula sosok yang nyeleneh dalam tingkah lakunya. Termasuk pula pada saat memimpin negeri ini, yakni sebagai Presiden RI dengan gaya kepemimpinannya yang tak jarang nyeleneh pula. Namun, ada pesan yang tersirat dari segala ke-nyelenehan Gus Dur. Continue reading “Gus Dur dan Pemikiran Sastra Pesantren”

NASEHAT SANG KIAI KEPADA SANTRI-SANTRINYA


Emha Ainun Najib

“Aku akan segera bergabung dengan masa silam alias akan dipanggil oleh Tuhan”, kata seorang kiai di suatu sore kepada santri-santrinya. “Aku akan segera berlalu, masaku akan segera dikuburkan. Kamu sekalian para santri sekarang mulai menapaki masa peralihan dan anak-anakmu akan menjadi penghuni jaman baru yang dahsyat dan mengagumkan sesudah orde yang sekarang”. Continue reading “NASEHAT SANG KIAI KEPADA SANTRI-SANTRINYA”

ORANG SEHARI-HARI

Taufiq Wr. Hidayat *

Seorang perempuan dalam film “Gone Girl” (2014), menghilang. Kehilangan misterius itu membuat suaminya merasa bersalah karena telah menyia-nyiakannya dengan perselingkuhan. Siapa duga, kehilangan itu telah direncanakan dengan serapi-rapinya oleh korban. Amy korban atas dirinya sendiri. Meski ia harus mengorbankan orang lain guna menutup jejak kehilangan yang dilakukannya sendiri. Ia memang keji, namun ia dapat memaafkan suaminya. Alangkah rapuh dan rawannya jiwa. Tetapi juga menyimpan kekokohan dan keluasan. Continue reading “ORANG SEHARI-HARI”

Jan ‘Sondang Hutagalung’ Palach

Dwi Pranoto *

Aku Jan Palach. Aku seorang Ceko, Aku seorang Polandia, Lithuania, Vietnam, Afganistan, menyingkapimu. Setelah ribuan kali aku membakar diri, mungkin kita akan menang. (Wiktor Szostalo, 1983)

Jan Palach membakar diri di Wenceslas Square, lima bulan pendudukan Uni Soviet di Cekoslowakia setelah membubarkan pemerintahan Alexander Dub?ek selama masa yang dikenal sebagai Musim Semi Praha. Continue reading “Jan ‘Sondang Hutagalung’ Palach”

Bahasa »