Hari Santri Nasional (HSN) dan Memori Sejarah yang Dilenyapkan

KH. Imam Jazuli, Lc., MA. *
tribunnews.com

Ketulusan mengabdi pada bangsa dan negara tidak menuntut pamrih dan balas jasa, selagi tidak ada pikiran jahat untuk memutar balik fakta sejarah. Hari Santri bukan semata kegiatan serimonial dan kebanggaan mendapat pengakuan negara, melainkan juga ajang mengembalikan memori sejarah yang dilupakan. Continue reading “Hari Santri Nasional (HSN) dan Memori Sejarah yang Dilenyapkan”

JOKER, SANG IDOLA

Taufiq Wr. Hidayat *

Apa gerangan yang membuat seseorang berharap pada kematian? Hidup yang tak hidup, kata WS. Rendra. Kehilangan daya untuk menentukan diri sebagai subyek. Hanya obyek. Dan tumbal. Seseorang berharap mati, tapi kematian tak kunjung menjemputnya. Sedang ia takut bunuh diri. Sesungguhnya ia ingin membunuh dirinya sendiri. Namun selalu gagal. Lantaran ada hidup yang ingin ia raih, yang belum pernah dapat diraih. Continue reading “JOKER, SANG IDOLA”

SASTRA DAN KOMUNITAS SANTRI

Acep Zamzam Noor

SEBAGAI sebuah sub-kultur posisi pesantren memang unik. Pesantren mempunyai sistem kehidupannya tersendiri yang dijalankan secara ketat baik oleh para santri maupun masyarakat sekitar. Pesantren juga mempunyai hirarki khusus yang berbeda dan berada di luar hirarki formal kekuasaan. Hal ini nampak dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya meski tentu saja tidak berarti bahwa pesantren berdiri terpisah atau lepas sama sekali dari ikatan-ikatan umum dengan masyarakat luas. Bahkan dalam banyak hal pesantren tetap mempunyai banyak pertautan dengan kehidupan masyarakat luas di sekitarnya itu, hingga antara pesantren dan masyarakat sekitar mempunyai hubungan timbal balik. Continue reading “SASTRA DAN KOMUNITAS SANTRI”

Karya Ilmiah

F. Rahardi *
Kompas, 2 Nov 2013

Dalam Pasal 35 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan tertulis: ”(1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah di Indonesia; (2) Penulisan dan publikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk tujuan atau bidang kajian khusus dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing.” Teks Pasal 35 UU ini secara jelas menunjukkan bahwa ada bentuk tulisan berupa karya ilmiah. Karya tulis populer selama ini dianggap sebagai antonim dari bentuk tulisan karya ilmiah. Continue reading “Karya Ilmiah”

Bahasa »