ATAS NIKMAT AIR
atas nikmat air
tak juga kau guna nalar
terus saja main sindir
memaki pagi dengan liar
tanpa melihat laku diri
biasa lepas air terus berlari
hampir sepenuh hari Continue reading “Puisi-Puisi Ibnu Wahyudi”
ATAS NIKMAT AIR
atas nikmat air
tak juga kau guna nalar
terus saja main sindir
memaki pagi dengan liar
tanpa melihat laku diri
biasa lepas air terus berlari
hampir sepenuh hari Continue reading “Puisi-Puisi Ibnu Wahyudi”
Bagi yang kaku dalam beragama, akan tampak alergi pada lelucon. Lantaran ia mengedepankan tradisi dan keharusan. Ia tidak yakin dan selalu meragukan pikiran atau perbuatan yang spontan, ambigu, atau sesuatu “yang lain” secara nyeleneh. Continue reading “YANG TERTAWA”

Afifah Wahda Tyas Pramudita memegang buku berjudul Senarai Aforisme Seorang Ayah di Ponorogo, Jawa Timur
Pewarta: Masuki M. Astro
Editor: Alviansyah Pasaribu Continue reading “Dr. Sutejo, M.Hum., Terbitkan buku kado pernikahan putrinya”
Naskah Teater karya : Rakai Lukman *
SINOPSIS
Sahdan di suatu masa, ada seorang pendekar yang sakti madraguna, bernama Jaka Slining yang tertarik dengan puteri seorang punggawa desa. Yang mana sang putri tidak tertarik dengan cinta yang ditawarkan sang pendekar. Putri itu bernama Dewi Kabunan, permohonan cinta itu akan dikabulkan dengan syarat dibuatkan 41 sumber mata air dalam satu malam di atas bukit. Kemudian Dewi Kabunan, mencoba menggagalkan, usaha Jaka Slining dalam menyelesaikan 41 sumber itu. Dengan membuat ulah, memanggil bala bantuan dari para pengikut ayahnya. Dengan memukul lesung dan membakar hutan, sehingga memberi efek seolah-olah fajar telah tiba. Karena ulah itu, Jaka slining menjadi murka. Continue reading “JOKO SLINING”
Ahmad Syauqi Sumbawi *
…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial… (Aliniea IV Pembukaan UUD 1945) Continue reading “INDONESIA YANG “TERSANDERA””