Puisi Grafis di Badan Truk

Aditya Ardi N *
Radar Mojokerto

Kita tentunya sering menyaksikan tulisan di belakang truk atau gambar-gambar yang lucu, absurd, hot, atau serius berisi petuah. Ada yang keren dengan printing atau yang asal-asalan dengan cat dan kuas biasa. Tak jarang tulisan tersebut membuat kita tersenyum simpul, bahkan terbahak-bahak , hingga diam-diam mulai mengimajinasikan objek tersebut, fantasi kita mulai bergerak dan mulai berusaha menangkap pesannya. Di sinilah saya kira –secara tidak sengaja—proses resepsi seni sedang berlangsung. Dan menariknya proses ini tak bisa berlangsung lama sebab kita sedang berkendara di jalan sehingga objek yang kita amati tidaklah diam. Continue reading “Puisi Grafis di Badan Truk”

Adakah Krisis Moralitas dalam Kesusastraan Indonesia?

Richard Oh
richardoh.net

Selain bahasa yang sering disebut-sebut sebagai salah satu biang yang mengakibatkan krisis sastra masa kini di Indonesia, moralitas juga sekarang menjadi fokus para penulis senior ataupun para akademisi. Saya merasa sangat terusik untuk membahas soal krisis moral dalam sastra Indonesia yang konon oleh beberapa penulis senior ibarat tubuh yang sudah kehilangan kepala. Yang dimaksud penulis-penulis ini tentu saja adalah sastra modern seakan-akan sangat terjerumus dalam persoalan eros dan erotisisme ketimbang moralitas. Continue reading “Adakah Krisis Moralitas dalam Kesusastraan Indonesia?”

HERMENEUTIK MODERN, DARI SAKUTARO KE KUNTOWIJOYO

Abdul Hadi W.M.
elpoesya.wordpress.com

Apabila kita berbicara tentang teori sastra, khususnya pada masa sekarang ini, selalu yang muncul dalam kepala kita ialah teori yang muncul dan hanya berkembang di Barat. Seakan-akan hanya teori para pakar Barat sajalah yang relevan dan tepat guna dalam menyusun berbagai bentuk kritik sastra dan memahami gejala-gejala sastra. Sering kita lupa bahwa tidak semua teori dari Barat itu siap pakai dan bisa bekerja dengan baik dalam menghadapi gejala-gejala sastra yang timbul di Asia, atau di Indonesia pada khususnya. Hal ini disebabkan karena kita kurang menyadari bahwa di belakang teori itu ialah pemikiran dan pandangan hidup yang tengah berkembang di Barat, yang berbeda dengan pemikiran dan pandangan hidup yang tengah berkembang di negeri kita. Continue reading “HERMENEUTIK MODERN, DARI SAKUTARO KE KUNTOWIJOYO”

Chairil dalam Kardus Masa Kini

Afrizal Malna *
Kompascetak, 28 Apr 2013

Chairil memasuki pergaulan seni rupa yang menurut saya menarik. Ada beberapa pelukis penting yang berhubungan erat dengannya, yaitu Affandi, S Sudjojono, Basuki Resobowo, dan Nashar. Dalam sebuah puisinya, Chairil menyebut salah satu lukisan Raden Saleh, ”Kebakaran di Hutan”. Ilustrasi dalam buku puisi Chairil terbitan Dian Rakyat, juga dibuat perupa penting yang pernah menyatakan ”seni rupa Indonesia tidak ada”, Oesman Effendi. Continue reading “Chairil dalam Kardus Masa Kini”

Wacana tentang Wacana: Menilai Kembali Penilaian

Ignas Kleden *

ISTILAH “wacana” telah menjadi demikian populer saat ini di kalangan terpelajar dan penulis Indonesia, kira-kira sama seperti istilah “demokrasi” di kalangan politik. Seperti biasa, begitu istilah atau konsep itu menyebar luas, setiap orang yang memakai konsep tersebut cenderung merasa konsep itu telah dipergunakan dengan jelas, tanpa perlu menjelaskan apa yang di-maksudkannya. Continue reading “Wacana tentang Wacana: Menilai Kembali Penilaian”

Bahasa »