Gaya Bahasa Puisi Afrizal Malna dan James Tate: Sebuah Analisis Bandingan

Ratih Dewi
nyanyianbahasa.wordpress.com

1. Pendahuluan
Sastra bandingan (comparative literature) dalam banyak rumusan atau definisi, umumnya menekankan perbandingan dua karya atau lebih dari sedikitnya dua negara yang berbeda . Jost dalam membagi-bagi pendekatan dalam sastra bandingan menjadi empat bidang, yakni 1.pengaruh dan analogi, 2. gerakan dan kecenderungan, 3. genre dan bentuk, dan 4. motif, tipe, dan tema . Akan tetapi, dari segi apa pun memandang masalahnya, bisa saja lebih menciut lagi kajiannya, yakni meneliti kemiripan dalam bahasa atau struktur. Continue reading “Gaya Bahasa Puisi Afrizal Malna dan James Tate: Sebuah Analisis Bandingan”

Dunia Tanpa Jendela

Akhmad Fatoni
konsultanmenulis.blogspot.co.id

Bayangkan bagaimana hidup tanpa buku? Ketika saya membayangkan tiba-tiba bayangan itu teramat menyeramkan. Iya, amat menyeramkan. Bagaimana tidak, bayangan tentang tak ada sejarah, tak ada sekolah, tak ada perpustakaan, tak ada puisi, tak ada cerpen, tak ada novel, tak ada kamus, dan tentu tak ada toko buku, juga pastinya tidak ada kupu-kupu lucu (promosi tidak apalah sedikit, kupu-kupu lucu atawa KKL adalah toko buku dan penerbit indie yang saya kelolah, hehehe). Continue reading “Dunia Tanpa Jendela”

Revitalisasi (Pilihan) Sastra di tengah Pragmatisme Masyarakat

Yusri Fajar *

I
Ada persepsi keliru dalam masyarakat yang perlu diluruskan, yaitu siswa di kelas eksakta (ilmu pasti) memiliki kecerdasan yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang berada di kelas humaniora, seperti sastra dan bahasa. Perspesi ini memengaruhi berbagai kebijakan dalam pengembangan kompetensi, sarana dan prasarana, termasuk perlakuan terhadap siswa yang memilih bidang bidang humaniora. Continue reading “Revitalisasi (Pilihan) Sastra di tengah Pragmatisme Masyarakat”

Bahasa ยป