Dewi Sri dalam kaitannya dengan Upacara Bersih Desa

Tulus S

Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang merupakan lambang”kebahagiaan dan kesuburan”tertulis dalam serat Ila-ila. Mitos Dewi Sri sangat erat dengan kehidupan masyarakat agraris yang sangat mendambakan “kesuburan”. Masyarakat Jawa memanisfestasikan mitos Dewi Sri dengan ritual dalam bersih desa. Bersih desa yang dilaksanakan setelah usai panen mempagelarkan wayang purwa lakon Sri Sadana atau Sri Mulih tidak lain sebagai lambang dan harapan akan kesuburan.(Kumala;2010;116). Continue reading “Dewi Sri dalam kaitannya dengan Upacara Bersih Desa”

Peneliti Lokal Versus Peneliti Asing

Yusri Fajar *
KOMPAS, 17 Mei 2013

Berita di Kompas edisi 16 Maret lalu tentang dominasi peneliti asing dalam penelitian wayang golek dan wayang cepak di Jawa Barat menarik perhatian.

Dalam berita itu, Endo Suanda, Direktur Yayasan Seni Tikar, mengatakan, banyak peneliti lokal tak didukung data lengkap sehingga hanya membahas permukaan. Lili Suparli, dosen STSI Bandung, juga dalam berita itu mengatakan, peneliti asing unggul karena mereka memiliki bekal metode penelitian yang lumrah terjadi di negara asalnya sejak ratusan tahun lalu. Continue reading “Peneliti Lokal Versus Peneliti Asing”

Matinya Sang Penulis

Anggi Nugraha *
Media Indonesia, 26 Nov 2017

KISAH ini bermula di penghujung musim dingin. Saat bunga-bunga violet mulai kembali bermekaran di kota Tavuliaprovinsi Presaro, Italia. Di satu hari yang cerah di dermaga Venesia, Armanno Arrigo kehilangan cintanya.

”Berjanjilah untuk kembali!” teriaknya pada sang kekasih, tak lama setelah perempuannya itu menginjakkan kakinya di sebuah kapal yang hendak berlayar menuju Cina. Continue reading “Matinya Sang Penulis”

Membangkitkan Kesenian Jepara

Drs Udik Agus DW MPd
Suara Merdeka, 14 Mar 2013

Pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara periode 2013-2017 telah terpilih lewat musyawarah daerah (musda) pada akhir Januari lalu. Pemilihan secara langsung yang diikuti oleh 164 peserta itu mendudukkan Drs Sudarto sebagai ketua melalui perolehan 63% suara, mengungguli dua rivalnya, Hadi Purwanto (26%) dan Didit Endro S (11%). Continue reading “Membangkitkan Kesenian Jepara”

Bahasa »