Kata Pengantar Yang Tak Dihentikan Waktu

Fauzan Sandiah *
rumahbacakomunitas.org

Saya termasuk orang yang beruntung karena memperoleh “edisi” pertama Buku Tidak Sekadar Mengantar (2017) yang disunting oleh Tri Agus Siswowiharjo saat menghadiri acara Tribute to GJA di Radiobuku, 5 Februari 2017. Buku yang hanya dicetak 10 ekslemplar itu tak dimaksudkan untuk dijual, karena digunakan untuk kepentingan rilisan. Buku Tidak Sekadar Mengantar (TSM) berisi kompilasi catatan-catatan pengantar yang dibuat oleh George Junus Aditjondro. “Bagi sebagian pembaca, kata pengantar yang ditulis oleh Mas George itu kadang lebih asik daripada isi buku yang diberi kata pengantar itu sendiri” kata Tri Agus di sela-sela peluncuran buku TSM. Continue reading “Kata Pengantar Yang Tak Dihentikan Waktu”

Negeri Mitos

Bandung Mawardi
Seputar Indonesia, 18 Okt 2oo9

Peradaban dunia selalu lahir dan tumbuh dengan dilema antara mitos, sastra, dan sejarah. Tiga perkara ini memiliki ciri berbeda tapi kerap hadir bebarengan sehingga memunculkan kerancuan. Ketidakmafhuman atas tiga perkara itu memungkinkan publik tersesat atau mengalami sesat pikir alias termasuk “kaum rancu.” Bagaimana korespodensi dalam mitos, sejarah, dan sastra sanggup memberi terang untuk memeriksa ulang arus peradaban manusia? Continue reading “Negeri Mitos”

Sastra Etnik di Tengah Budaya Global

I.B. Putera Manuaba
Kompas, 6 Sep 2015

Setiap bangsa di dunia terbangun dari etniknya masing-masing. Bangsa yang berada dalam satu dataran pasti berbeda dengan bangsa yang terpisah-pisah. Sebuah bangsa dalam satu dataran etniknya cenderung lebih tak beragam dibandingkan dengan negara kepulauan. Jika etnik beragam, bahasanya akan beragam juga, dan sastranya pun akan beragam. Dalam konteks inilah sastra etnik amat menarik. Continue reading “Sastra Etnik di Tengah Budaya Global”

Bahasa »