Belajar Manusia Kepada Sastra

Untuk 50 tahun Majalah Horison, 26 Juli 2016

Emha Ainun Nadjib
caknun.com

Sastra Generasi Millenial

Sejak hampir dua dekade yang lalu lahir Generasi Millenial, juga dalam sastra. Kaum muda usia 18 sd 39-an tahun yang seakan-akan merupakan “putra langit”, bukan anak-anak yang dibesarkan oleh tata nilai kepengasuhan di bumi. Memang indikator kelahiran adalah semakin dominannya peradaban IT, Continue reading “Belajar Manusia Kepada Sastra”

INDRIAN KOTO; SI PENJUAL BUKU SASTRA VIA INTERNET

radiobuku.com / Tribun Jogja 17 Februari 2014 menurunkan kisah penyair Indrian Koto dalam mengelola lini usaha yang tak biasa, menjual buku sastra di bawah bendera “Jualan Buku Sastra/JBS”. Tulisan yang diturunkan web daring tribunjogja.com itu dibagi dalam tiga artikel. Inilah sosok Indrian Koto di rimba dunia internet merambah usaha jualan buku sastra. Continue reading “INDRIAN KOTO; SI PENJUAL BUKU SASTRA VIA INTERNET”

Globalisasi dan Konsekuensi Kulturalnya

Yoshica Indah Putri
http://yoshica-indah-putri-fisip14.web.unair.ac.id

Globalisasi dipercaya dapat mendukung proses terciptanya kosmopolitanisme, hal ini disebabkan oleh adanya pertukaran ide dan budaya akibat dunia yang menjadi semakin kecil karena adanya produk-produk globalisasi seperti teknologi informasi serta komunikasi yang mengaburkan batas-batas ruang dan waktu yang dahulunya sulit terjangkau oleh karena itu interaksi antara satu peradaban dengan peradaban lain menjadi semakin intens. Continue reading “Globalisasi dan Konsekuensi Kulturalnya”

Perihal Kritik Sastra

Yohanes Sehandi *
Majalah Kabar NTT (terbitan Kupang), edisi: 35, Sep 2017

Kritik sastra merupakan salah satu cabang ilmu sastra yang bersifat monodisiplin, di samping teori sastra dan sejarah sastra. Kritik sastra dimulai pada saat orang bertanya, apa makna, nilai, dan fungsi karya sastra yang dihadapinya. Istilah lain untuk kritik sastra adalah ulasan sastra, analisis sastra, telaah sastra, dan kajian sastra. Continue reading “Perihal Kritik Sastra”

Dimanakah Sastra Dunia?

Nirwan Dewanto *
islandsofimagination.id

Kurang lebih empat dasawarsa lalu, kritikus sastra H.B Jassin berkata bahwa sastra Indonesia adalah warga sastra dunia. Hari-hari ini tampaknya kita mesti berkata bahwa pernyataan Jassin itu benar dalam satu hal: sastra dunia itu milik kita, menjadi bagian dari kehidupan sastra Indonesia mutakhir. Apalagi di zaman “globalisasi” sekarang! Paling tidak, dengan “sastra dunia” itulah para sastrawan kita mempunyai ukuran baik-dan-buruk dalam mencipta dan menilai. Continue reading “Dimanakah Sastra Dunia?”

Bahasa »