“Yang Luput dari Penghargaan: Politik Penganugerahan Hadiah Nobel Sastra”

Benedict Anderson

Diterjemahkan oleh Ronny Agustinus * dengan persetujuan dan penyeliaan penulis dari “The Unrewarded: Notes on the Nobel Prize for Literature”, New Left Review 80, Maret-April 2013, hlm. 99-108. Tulisan ini merupakan perluasan dari Kata Pengantar buku Nor Faridah Abdul Manaf dan Mohammad Quayum (eds.), Imagined Communities Revisited: Critical Essays on Asia-Pacific Literatures and Cultures, Kuala Lumpur 2011. Continue reading ““Yang Luput dari Penghargaan: Politik Penganugerahan Hadiah Nobel Sastra””

Nobel Sastra dan Kutukan Tiga Persen

Eka Kurniawan *
pekanbaca.blogspot.com

Nobel Kesusastraan 2014 dianugerahkan kepada penulis Prancis Patrick Modiano. Kabar itu ditanggapi banyak pembaca, tak hanya di Indonesia, tapi juga di mana-mana (tentu saja kecuali di Prancis dan negara-negara berbahasa itu), dengan gumaman, “Siapa dia?”

Kasus yang sama terjadi pada 2009 ketika Herta Muller, penulis Rumania berbahasa Jerman, memperoleh penghargaan tersebut. Juga tahun 2008 untuk J.M.G. Le Clezio (Prancis) dan 2004 untuk Elfriede Jelinek (Austria). Continue reading “Nobel Sastra dan Kutukan Tiga Persen”

Puisi Dunia, Sastra Terjemahan

Marhalim Zaini
riaupos.co

UNESCO, menetapkan Word Poetry Day pada tanggal 21 Maret. Jika penetapan itu, penanda ingatan, untuk petanda bagi sebuah momentum kelahiran, kita (penyair dan bukan penyair) mestinya bahagia. Sama bahagianya ketika Hari Puisi Indonesia dideklarasikan di Riau tahun lalu, diperingati setiap tanggal 26 Juli (mengacu hari kelahiran Chairil Anwar). Sama bahagianya juga, saya kira, ketika Taufiq Ismail (kalau tak salah 24 Maret ini) memaklumatkan Hari Sastra Indonesia, jatuh pada tanggal 3 Juli, yang merujuk pada hari lahirnya sastrawan Abdoel Moeis. Continue reading “Puisi Dunia, Sastra Terjemahan”

Komunitas Sastra di Gorontalo Perlu Wadah Bersama Gerakan Kebudayaan

Jamil Massa
degorontalo.co

Sejumlah komunitas sastra di Gorontalo menghelat sebuah diskusi kesusastraan dan kebudayaan bertajuk “Linimasa Komunitas Sastra Gorontalo. Banyak kegelisahan dan persoalan terlontar di dalamnya. eksistensi komunitas sastra di Gorontalo sepi dari kegiatan dan pagelaran.(BACA: Risno Ahaya, Perawat Syair Gorontalo Di Tepi Zaman) Continue reading “Komunitas Sastra di Gorontalo Perlu Wadah Bersama Gerakan Kebudayaan”

Bahasa »