Sastra Jawa

Dr. Abdul Hadi W.M.

Jawa Timur adalah propinsi tempat kediaman asal dua suku bangsa besar, yaitu Jawa dan Madura, dengan tiga sub-etnik yang memisahkan diri dari rumpun besarnya seperti Tengger di Probolinggo, Osing di Banyuwangi dan Samin di Ngawi. Dalam sejarahnya kedua suku bangsa tersebut telah lebih sepuluh abad mengembangkan tradisi tulis dalam berkomunikasi dan mengungkapkan pengalaman estetik mereka. Continue reading “Sastra Jawa”

Puisi dan Berbagai Kasus Mutilasi

Sabrank Suparno *

Bagi penyair (sastrawan), puisi ibarat sebilah pedang. Kekuatan dan kegunaan puisi disetarakan senjata untuk melumpuhkan lawan atau menikam diri sendiri. Kedua sasaran puisi tersebut baik eksteren maupun inheren berposisi sebagai sektor incaran dari fungsi terciptanya sebuah puisi. Yang jadi pertanyaan adalah puisi yang bagaimana? Pedang yang mengapa? Pertanyaan atas puisi dan pedang tidak dapat dibatasi, sebab keduanya hanyalah alat. Namun jika puisi disejajarkan pedang, yang memegang peranan penting atas alat, adalah siapa yang memainkan pedang tersebut. Dapatkah sebilah pedang dipergunakan mengalahkan lawan secara indah dan mengesankan? Continue reading “Puisi dan Berbagai Kasus Mutilasi”

Menelisik Tradisi Intelektual di Tanah Minang

Dian Wahyu Kusuma *
Lampung Post, 8 Des 2013

SEPERTI tak ada habisnya membicarakan khazanah yang ada di Tanah Minang, mulai dari lezatnya rendang, hingga eloknya pemandangan di kampung Siti Nurbaya ini.

Tapi tak hanya itu yang membuat Minangkabau ini terkenal, banyaknya penyair dengan karya berkualitas yanng tak lekang di makan masa pun menjadi daya pikat tersendiri. Juga bejibunnya cendekiawan dan negarawan yang lahir di sana. Semua tak lepas dari tradisi yang tumbuh di sana. Continue reading “Menelisik Tradisi Intelektual di Tanah Minang”

Sastra Indonesia dalam Arus Globalisasi

Dessy Wahyuni *
Riau Pos, 29 Des 2013

BAHASA tanpa sastra bagaikan jasad tanpa ruh. Bahasa tidak punya semangat jika tidak ada muatan sastra. Sastralah yang membuat bahasa menjadi hidup. Dalam sastralah terkesan harapan dan cita-cita masyarakatnya. Pernyataan ini seringkali diungkapkan U.U. Hamidy pada banyak kesempatan. Ia memberikan pengertian bahwa kreativitas sastra sangatlah penting dalam bahasa. Ia ingin keberadaan dan peranan sastrawan beserta karyanya diperhitungkan dalam perkembangan zaman. Continue reading “Sastra Indonesia dalam Arus Globalisasi”

Bahasa ยป