Sandyakala Bahasa dan Sastra Daerah Lampung

Kuswinarto *
Lampung Post, 11, 18, 25 April 2004

FEBRUARI 2004, pada minggu yang sama, saya mendapat e-mail dari dua sastrawan di Bandar Lampung. Satu dari Alex R. Nainggolan dan satu lagi dari “bapak puisi modern (berbahasa) Lampung” Udo Z. Karzi. Yang satu berisi “kedukaan”, sedangkan yang lainnya berisi “kegembiraan”. Seolah-olah saya ini kritikus sastra, Alex teriak, “Mas Kus, kapan pulang! Lampung miskin kritikus nih!” Teriakan Alex itu membuat saya beberapa detik tercenung di depan layar monitor. Continue reading “Sandyakala Bahasa dan Sastra Daerah Lampung”

Keunikan Bahasa

Agus Sri Danardana *
Riau Pos, 6 Okt 2013

SUNGGUH, bahasa memang bersifat arbitrer: sewenang-wenang dan sekehendak hati, tidak berasaskan pada pertimbangan (rumus, hukum, dan/atau uturan) yang pasti. Itulah sebabnya, kokok ayam jantan disebut kukuruyuk oleh orang Jawa (Tengah dan Timur) dan disebut kongkorongok oleh orang Sunda. Padahal, penyebutan itu bisa jadi sama-sama didasarkan pada pendengaran mereka (orang Jawa dan Sunda) atas bunyi kokok ayam jantan. Continue reading “Keunikan Bahasa”

Grafiti Bukit Puisi, Grafiti Kelaraan yang Ekspresif

Musa Ismail *
Riau Pos, 6 Okt 2013

GRAFITI Bukit Puisi (selanjutnya saya singkat GBP) merupakan buku kumpulan puisi sastrawan Riau, M Badri. Kumpulan puisi ini memuat 116 puisi yang tersusun dari 2012 hingga 2002. Oleh Yayasan Sagang, GBP terpilih sebagai Pemenang Buku Pilihan Anugerah Sagang 2012. Dalam Catatan Kecil buku tersebut, Continue reading “Grafiti Bukit Puisi, Grafiti Kelaraan yang Ekspresif”

Bahasa ยป