Cerpen Gelap di Lembaran Sastra

Maria Magdalena Bhoernomo
Suara Karya, 5 Okt 2013

BEBERAPA guru yang mengaku pencinta cerpen di sejumlah lembaran sastra, kerap mengeluh dan bingung saat membaca cerpen-cerpen karya penulis – yang sebelumnya dikenal sebagai penyair – yang dianggapnya sebagai cerpen gelap. Kata mereka, penulis-penulis cerpen gelap terlalu mempermainkan kata, sehingga lupa memenuhi kaidah sastra yang ada. Yang dimaksud kaidah sastra adalah rumusan teori mengenai plot, alur, penokohan, latar, managemen konflik, klimaks atau anti klimaks, sebagaimana yang diajarkan di sekolah. Continue reading “Cerpen Gelap di Lembaran Sastra”

Bahasa ยป