Media, Sastra, dan Kita

Dedik Priyanto *
www.nu.or.id/, 15/07/2012

“Nama majalah itu ialah Pujangga Baru, sebab majalah itulah akan jadi penambat pujangga-pujangga muda, pujangga-pujangga baru yang sekarang. Di situlah mereka itu bersuara sebebas-bebasnya,”Foulcher; Pujangga Baru; Kesusasteraan dan Nasionalisme di Indonesia 1933-1942, (1991)” Continue reading “Media, Sastra, dan Kita”

Lapar

Kasnadi *

Dalam “Tanda-tanda Zaman” majalah Basis Edisi Mei-Juni 2008 dungkapkan bahwa “sebelum kita bercita-cita apa pun, perut harus kenyang. Mana mungkin kita pintar bila perut kita lapar? Mana mungkin kita bersatu kalau perut kita keroncongan? Manusia memang tidak hanya hidup dari perut. Ya, kritik itu tepat buat mereka yang sudah kenyang dan tak berkekurangan. Tetapi, kritik itu sama sekali tidak berlaku bagi mereka yang lapar …”. Continue reading “Lapar”

Bahasa »