Menyuarakan Pemikiran Kartini

Penulis Okky Mandasari mengambil spirit Kartini ke dalam karyanya
Ratu Selvi Agnesia
Jurnal Nasional, 12 Mei 2013

MENGAGUMI seorang tokoh seperti pejuang emansipasi, Raden Ajeng Kartini bukanlah taklit atau pemujaan. Penulis novel “Maryam” Pemenang Khatulistiwa Literary Award 2012, Okky Madasari merespona rasa kagumnya kepada Kartini—dalam pemikiran-pemikirannya sebagai inspirasi dan karya-karya. Namun Okky tetap ingin jadi dirinya sendiri. Continue reading “Menyuarakan Pemikiran Kartini”

Menyingkap Tumpukan Koran Medan 1919

Damiri Mahmud
Jurnal Nasional, 12 Mei 2013

BABAKAN Sastra Indonesia Modern lazim disebut baru dimulai awal 1920-an ketika roman “Siti Nurbaya” karya Marah Rusli terbit tahun 1922 dan “Percikan Permenungan” karya Rustam Efendi terbit tahun 1926. Salah satu syair Rustam Efendi yang sangat terkenal adalah “Bukan Beta Bijak Berperi” sebagai kredo yang menyatakan selamat tinggal kepada syair-syair lama dan dimulainya babakan sy air-syair baru yang mengandalkan kepada imajinasi individual. Demikian bunyinya: Continue reading “Menyingkap Tumpukan Koran Medan 1919”

Bahasa »