Puisi-Puisi Rusydi Zamzami

arsippenyairmadura.com, 19 Mar 2017

SEBELAH MATA

Seseorang sedang berdiri di tepi rel, ragu-ragu menunggu dengan sayup gemetar, melapangkan diri di antara derak kaki kereta. Ia bertahun mengukur jalan yang tanpa alamat, tanpa roti, tanpa arak; menghapus namanya dari mata manusia, dari pahit bahasa mereka. Ia senyapkan hatinya di pohonan, tiang listrik, grafiti dan tulisan lusuh di tembok, rumah bordil, gedung sekolah, pertokoan. Ia patahkan niatnya untuk hidup bahagia di masadatang, tersebab cintanya melulu bertepuk sebelah harapan. Continue reading “Puisi-Puisi Rusydi Zamzami”

Puisi-Puisi A’yat Khalili

arsippenyairmadura.com, 14 Mar 2017

PEMBISIK MUSIM

setelah langit pudar dengan jejak pulang yang kulewati
membekas tanda dalam gurat telapak yang lamat-lenyap
gemuruh musim masih menantimu sebagai peladang ulung
yang melukis nasib ribuan bibit dari mimpi sunyi. kucium
nafas dan rahasia birahi yang mengaburkan angin
pada pucuk bebunga berkisar kawin di ujung waktu. Continue reading “Puisi-Puisi A’yat Khalili”

KREATIVITAS PERSONAL DAN KREATIVITAS KOLEKTIF

(Jangan “Bermain-Main” dengan Main-Main A.S Laksana)

Dwi Pranoto *

Tulisan Wicaksono Adi yang diposting hari ini di status facebooknya; Karya, Nama, Media (Main-Main A.S Laksana); mungkin membuat A.S Laksana manggut-manggut setuju. (Apalagi dengan komentar Juru Baca yang menyatakan A.S Laksana “terlalu besar” untuk sastra nasional). Tinjauan Wicaksono Adi tampaknya mau melampaui pembahasan umum, dipicu oleh “Pengakuan Terbuka” A.S Laksana, yang berkisar antara plagiarisme dan pengujian. Continue reading “KREATIVITAS PERSONAL DAN KREATIVITAS KOLEKTIF”

Bahasa »