Tu Fu

Hasif Amini
Kompas, 12 Feb 2006

TAK ada lukisan wajahnya yang berasal dari masa hidupnya. Dibanding Li Po (701-762), penyair jalang penuh gelora yang hidup sezaman dengannya, tampaklah ia bukan sesosok pribadi yang mengesankan khalayak ramai. Puisinya bahkan tak masuk dalam sejumlah antologi utama yang disusun semasa ia hidup, dan bertahun-tahun sesudah ia wafat. Continue reading “Tu Fu”

Pancasila Belum Selesai

Bandung Mawardi
Lampung Post, 8 Juni 20011

Pancasila adalah sesuatu yang penting dalam konstruksi dan biografi Indonesia. Soekarno pada 1 Juni 1945 memberikan pidato panjang mengenai Pancasila untuk memberikan jawaban atas pertanyaan Dr. Radjiman Wediodiningrat dalam sidang BPUPKI: “Negara Indonesia yang akan kita bentuk apa dasarnya?” Peristiwa pidato Soekarno itu lantas dipahami sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Continue reading “Pancasila Belum Selesai”

Sivit Ni Khy Lakhom Kom

Hasan Junus

Home

Dalam suatu kesempatan William Shakespeare (1564-1616) pernah mengatakan, hidup ini sebuah sandiwara. Pengarang Laos Leng Phouphangeum juga mengatakan hal semirip ucapan Shakespeare karena sebuah fiksi karyanya diberi berjudul ‘’Sivit Ni Khy Lakom Kom’’ (‘’Hidup Ini seperti Panggung Wayang Kulit’’).’’ Karya fiksi dari negeri Laos yang cukup terkenal ini selalu disetarakan bersama karya-karya dari Laos masa-kini lainnya di antaranya ‘’Thale Sivit’’ (‘’Lautan Hidup’’) karya bersama Panai dan Douangchampa. Continue reading “Sivit Ni Khy Lakhom Kom”

Buku dan Semangat Mencerdaskan Bangsa

Akhmad Sekhu *

Dalam buku Tempat-tempat Imajiner: Perlawatan ke Dunia Sastra Amerika terbitan Yayasan Obor Indonesia terjemahan Sori Siregar, Erwin Yusbar Salim, Ayu Utami, terdapat sebuah cerita, dimana Michael Pearson, penulis buku tersebut, tidak sengaja mendengar obrolan anaknya dengan sekelompok temannya. Mereka membicarakan pekerjaan ayah masing-masing. Ia ingat betul anaknya berkata, “Pekerjaan ayahku membaca buku.” Ia menyesal karena ia tidak mampu mengatakan sesuatu yang lebih menarik atau lebih mempunyai alasan kuat daripada mengatakan itu. Continue reading “Buku dan Semangat Mencerdaskan Bangsa”

Bahasa »