Jodhi Yudono
oase.kompas.com
“Sekali isep, gadis yang Tuan impikan muncul di hadepan Tuan,” begitu iklan berkalimat nakal yang bukan satu-satunya “kenakalan” dalam novel “Gadis Kretek”. Itu adalah iklan terbaik Idroes Moeria, pengusaha rokok yang pesaingnya; Djagad, selalu membututinya dalam berbisnis setelah kalah bersaing mendapatkan gadis bernama Roemaisa. Continue reading “Romantisme “Gadis Kretek””
