Mengesalkan, Nama Kita Ditulis Salah

Suhatri Ilyas
Suara Karya, 16 Mei 2009

KONON, nama presiden pertama kita mestinya ditulis Sukarno (ditulis dengan /u/), bukan Soekarno (ditulis dengan huruf /oe/). Soalnya, sang proklamator bangsa ini, ketika meresmikan ejaan baru menggantikan ejaan ciptaan Belanda, Ejaan van Opuysen, telah menyatakan sendiri penulisan nama dirinya mengikuti ejaan baru tersebut, yaitu /oe/, ditulis /u/ saja, sehingga Soekarno harusnya menjadi Sukarno. Continue reading “Mengesalkan, Nama Kita Ditulis Salah”

Ikhtiar Menyelamatkan Puisi

Damhuri Muhammad *
Pikiran Rakyat, 17 Mei 2009

SENI paling unggul adalah seni yang mampu membangkitkan hasrat-berkehendak setelah sekian lama tersumbat. Begitu ketegasan penyair masyhur kelahiran Pundjab, India, Muhammad Iqbal, sebagaimana dikutip S.A. Vahid dalam Iqbal, His Art & Thought (1916). Oleh karena itu, the dogma of art for the sake of art is a clever invention of decadence to cheat us out of life and power (dogma seni untuk seni adalah sebuah rekayasa cerdas dari kebobrokan yang mengecoh agar kita semakin terasing dari realitas kehidupan dan kekuatan) lanjut Iqbal lagi. Continue reading “Ikhtiar Menyelamatkan Puisi”

Bahasa

Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 24 Mei 2009

BAHASA memang bersifat arbitrer (sembarang), tetapi kata-kata yang terucap dari mulut manusia bukan gelembung sabun. Ia bermakna, bahkan kerap mengandung janji. Ia bias menjadi jejak yang pasti, dan terlacak. Siapa yang mengucapkan? Dari “lidah tak bertulang” siapakah bahasa diproduksi? Adakah ia seorang yang berteguh atau sebaliknya? Bahasa menjadi jejak yang tak terhapus, terlebih lagi jika tercetak, terekam, dan tersimpan dalam rahim teknologi audio-visual. Continue reading “Bahasa”

Mendengarkan Narasi Lain

Baskara T Wardaya SJ
Kompas, 8 Mei 2009

DALAM mengkaji suatu peristiwa historis tertentu yang titik tolaknya adalah kesaksian seorang pelaku sejarah, secara teoretis kita perlu memilah antara ”apa yang terjadi” dengan ”apa yang diingat oleh seorang pelaku sejarah tentang apa yang terjadi”. Perlu memilah antara ”peristiwa” dan ”ingatan akan peristiwa”. Baskara T Wardaya Continue reading “Mendengarkan Narasi Lain”

Bahasa »