Geliat Tubuh Remaja

Taufik Darwis
Pikiran Rakyat, 12 Des 2010

REMAJA, sebagai sebuah fase ketubuhan manusia merupakan suatu entitas dengan energi berlimpah sekaligus rentan. Fenomena berandal bermotor yang pelakunya mayoritas remaja SMP-SMA di kota-kota besar adalah salah satu contoh bagaimana keberlimpahan tubuh itu mengaktualisasikan diri dalam medan eksteriorisasinya. Berbeda dengan para remaja dalam Festival Teater Remaja II SMA/sederajat se-Jawa Barat 2010 yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Teater STSI Bandung dan G-Art Organizer, mereka memilih lain. Continue reading “Geliat Tubuh Remaja”

KAMBOJA MERAH

Sri Wintala Achmad
___Minggu Pagi Yogya

Hampir seminggu. Deretan rumah bordil di pinggiran kota Langensari berpintu rapat terkunci. Di luar, tidak ada lelaki-lelaki mabuk menyanyi parau dengan iringan gitar murahan. Perempuan-perempuan berias menor, beraroma menyengat, dan mengisap sigaret pula tidak kelihatan sibuk berburu tamu. Continue reading “KAMBOJA MERAH”

Realisme-Mitos dalam Cerpen-cerpen Benny Arnas

Hary B Kori’un *
Riau Pos, 29 Mei 2011

1
BAGI sebuah karya kreatif (dalam hal ini prosa [cerpen]), pengarang adalah “tuhan” yang bisa menentukan semuanya: mulai dari hidup-mati sang tokoh, nasib, jalan hidup, menderita-bahagia, jatuh cinta-patah hati, kaya-miskin, dan sabagainya. Pengarang punya hak mengatur semuanya, dengan karakter tokoh masing-masing, di mana setting-nya, bagaimana wajah tokoh, bagaimana prilakunya, apa yang hendak dan telah dibuatnya, termasuk sebab-akibatnya. Sebagai “tuhan” bagi karyanya, pengarang harus cerdas menciptakan tokoh-tokohnya, agar kekuatan yang dibangun dalam karya fiksinya juga terasa “hidup”. Continue reading “Realisme-Mitos dalam Cerpen-cerpen Benny Arnas”

Cerita Silat Indonesia Membentuk Karakter Bangsa

Chairul Abshar
http://www.suarakarya-online.com/

Pada awalnya, cerita silat adalah sekedar suatu cabang dari ilmu pengetahuan tentang sastra. Cerita silat banyak mengupas kisah-kisah seputar aspek kependekaran yang biasanya berlandaskan keadilan dan persaudaraan.

Satu ciri yang sifatnya umum dari cerita silat adalah menggambarkan kemahiran dan ketrampilan berkelahi tokoh-tokohnya. Di belakang semua pertempuran yang menjadi daya tarik utamanya, terdapat unsur yang lebih penting, yaitu penekanan pada nilai-nilai kepahlawanan, keadilan, kesetiakawanan dan patriotisme. Continue reading “Cerita Silat Indonesia Membentuk Karakter Bangsa”

ISLAM DI JAWA

Mh Zaelani Tammaka

Alkisah, seorang dewa Hindu, Wisnu didorong oleh keinginannya yang besar untuk mencari titik temu antara ajaran Hindu dan Islam, rela menempuh perjalanan jauh, dengan mengarungi lautan dan daratan, untuk datang ke negeri Rum (Turki), salah satu pusat negeri Islam, yang kala itu dalam penguasaah Daulah Usmaniyah. Continue reading “ISLAM DI JAWA”

Bahasa »