Kematian (Sejarah) Novel?

N Mursidi*
Seputar Indonesia, 27 Juli 2007

JAUH-JAUH hari,ketika novel Ayat- Ayat Cinta (AAC) sedang santer diberitakan akan diangkat—diadaptasi—ke layar lebar, saya sudah menduga kalau kelak film yang disutradarai Hanung Bramantyo itu akan melampaui novelnya.

Ternyata dugaan itu tidak meleset. Setelah film AAC diluncurkan dan diputar di sejumlah gedung bioskop, apa yang saya ramalkan itu tidak salah. Tidak kurang empat juta penonton (dari segala umur) rela antre berdesak-desakan untuk sekadar menonton akting Fedi Nuril, Rianti Catwright, Saskia A Mecca, Carissa Putri, dan Melanie Putria. Continue reading “Kematian (Sejarah) Novel?”

Akrobat Kata-kata

F Rahardi *
Kompas, 27 Juli 2008

DALAM acara Temu Sastra, Masyarakat Sastra Asia Tenggara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 14 Juli lalu, cerpenis Hamsad Rangkuti membuat pernyataan bahwa ”Pengarang muda cenderung berakrobat kata-kata”.

Dampak dari akrobat kata-kata ini—masih menurut Hamsad—akan membuat tema karya sastra (prosa) menjadi tersembunyi, bahkan hilang (Kompas, 15/7). Beberapa tahun lalu, Hamsad juga pernah membuat pernyataan yang kontroversial, bahwa sastra = kebohongan. Ketika itu saya mencoba meluruskannya, bahwa sastra yang lahir berdasarkan imajinasi, beda dengan kebohongan. Tulisan saya yang meluruskan Hamsad di Kompas ini kemudian dimuat dalam salah satu kumpulan cerpennya. Continue reading “Akrobat Kata-kata”

100 Tahun Kebangkitan Nasional: Menolak Kutukan Bangsa Kuli

Irwan Julianto*
Kompas, 28 Juli 2008

NYINYIR rasanya mengutip ucapan yang sudah puluhan, ratusan, atau malahan mungkin ribuan kali dilontarkan oleh Soekarno agar bangsa Indonesia jangan mau menjadi bangsa kuli dan menjadi kuli bangsa-bangsa lain.

Namun, ketika memberikan amanat pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 1965 di Istana Negara, Soekarno justru pesimistis bahwa bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang dikhawatirkannya itu, the Indonesian people have become a nation of coolies and a coolie amongst nations. Soekarno mengatakan, ia mencupliknya dari seorang sarjana Belanda. Continue reading “100 Tahun Kebangkitan Nasional: Menolak Kutukan Bangsa Kuli”

“In Memoriam” Dr Sjahrir

Rosihan Anwar*
Kompas, 29 Juli 2008

INSAN banyak faset, ekonom PhD Universitas Harvard, dosen FEUI, dirut perusahaan sekuritas di pasar modal Indonesia, pendiri dan ketua umum Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), anggota Wantimpres RI, Dr Sjahrir meninggal dunia di rumah sakit di Singapura, Senin 28 Juli 2008 pukul 08.50 WIB dalam usia 63 tahun akibat penyakit kanker paru. Continue reading ““In Memoriam” Dr Sjahrir”

Bahasa »