Ta’jil

Ahmad Zaini*
http://oase.kompas.com/

“Lagi-lagi Mbah Sumo bersikap seperti anak kecil. Ia selalu memperhatikan apa isi bungkusan yang menumpuk di sekitar para lelaki.”

Serambi masjid sore itu ramai oleh para jamaah yang mengikuti pengajian. Mereka duduk membentuk lingkaran dari satu titik hingga titik berikutnya. Mereka antusias mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh ustadz babakan masalah agama khususnya tentang puasa Ramadhan. Kebetulan saat itu sudah memasuki hari kelima belas puasa bulan Ramadhan. Continue reading “Ta’jil”

ARJUNA DI RIMBA TEGASARA

Sri Wintala Achmad
___harian Kedaulatan Rakyat

Bagai lempengan tembaga terbakar, langit timur memuntahkan matahari dari rahim malam. Manakala beburung menyanyikan cinta pada semesta. Sungai di tepian rimbaTegasara masih mengalirkan kasih bumi dari hulu hingga hilir. Muara, di mana persetubuhan gunung dan samudera belum usai dituliskan dalam kitab sejarah alam. Continue reading “ARJUNA DI RIMBA TEGASARA”

KELIR BEDAH

Indiar Manggara
http://indiarmanggara.blogspot.com/

Hari nampak lelah digenang senja. Warna emas yang leleh mencair mewarnai cakrawala, semakin redup, menarik cahaya dari celah-celah rimbun bukit. Bulan semenanya muncul dengan setengah keangkuhan menatap tajam matahari yang mulai terseok-seok menuruni renta waktu –seperti menuntut sebuah keadilan. Continue reading “KELIR BEDAH”

Cermin

Dahlia Rasyad
http://lampungpost.com/

TERTEGUN di depan krematorium anjing dan membaca selebaran lotre yang melekat di samping etalase, seorang gadis mencoba mengingat urutan digit angka di selebaran itu sambil merogoh saku. Secarik kupon undian bertuliskan “One way ticket to the Nova” terselip lusuh. Ia mendapati sederet angka yang persis dengan angka di selebaran itu. Ia mulai meraba namanya, mencoba memperpendek jarak dan mempersempit waktu, menemukan seorang artis yang selama ini ia cari-cari. Seorang artis yang menjadi idolanya selama ini, yang tak lain tak bukan adalah musuh terbesarnya sendiri. Continue reading “Cermin”

Bahasa »