Negara Tanpa Bangsa

Fadly Rahman [1]

Bangsa. Kata ini bagi negara sebesar dan semajemuk Indonesia sungguh merupa beban berat jika mengingat kembali pada masa awal kebangsaan itu dicita dan diciptakan.

Dibilang berat, sebab jika kembali merefleksi ikhtiar para penggagas kebangsaan –sebagaimana tiap tahun diperingati sebagai Kebangkitan Nasional, kini sering dipertanyakan: sudah terawatkah benar keutuhan Indonesia sebagai sebuah bangsa? Continue reading “Negara Tanpa Bangsa”

Ubud Festival 2011: Nanduring Karang Awak

Saut Poltak Tambunan
suarakarya-online.com

Di telapak jagad Ubud kita ditempatkan setara. Bersila sama rendah menengadah sama tinggi. Tak penting kau berarah dari benua kelingking atau jempol, jari tengah telunjuk atau jari manis. Sungguh di sini dunia tak berdinding berpintu. Pun mawar bermekaran tak berduri, lebah menyarung sengat, singa menyusut taring. Continue reading “Ubud Festival 2011: Nanduring Karang Awak”

Bibir Merah

Daisy Priyanti
suarakarya-online.com

Bibir yang merah basah dan setengah terbuka memintaku menciumnya. “Ciumlah aku sepuasmu. Pagut aku semaumu. Jangan lepaskan!”

Aku tidak mengenalnya. Aku tidak mengetahuinya dari mana ia datang atau apa sebabnya dia menghampiriku tiba-tiba begitu dan langsung saja meminta aku memagutnya, menciumnya, dan tidak melepaskannya. Continue reading “Bibir Merah”

KI DHALANG

Sri Wintala Achmad
__Harian Kedaulatan Rakyat

Seri Bharatayuda telah selesai dibabar Ki Dhalang selama tujuh malam di Gedung Serbaguna Kalurahan Ngudi Budaya. Namun saat fajar hari seusai menggelar lakon Rubuhan, Ki Dhalang tidak beranjak dari depan kelir. Ki Dhalang merasakan kematian keangkara-murkaan Kurawa yang memberi harapan kedamaian jagad raya itu hanya malapetaka baginya. Kekosongan kelir yang teramat mengerikan. Continue reading “KI DHALANG”

Ben Okri, Pak Leo, dan El Boom

Wawan Eko Yulianto *
berbagi-mimpi.info 8 Agu 2007

Andaikan Pak Leo Lumanto mahir menulis novel, dan dia melakukannya sebelum tahun 1991, dan dalam bahasa Inggris, dan distribusinya sampai ke Inggris, tidak mustahil pemenang Booker Prize tahun 1991 adalah Leo Lumanto. Saya yakin Saudara sekalian tahu ke mana arah mimpi saya kali ini. Ya, tentang novel pemenang Booker Prize 1991, atawa The Famished Road, atawa karya Ben Okri, atawa novel yang berkisah tentang alam roh di Afrika. Continue reading “Ben Okri, Pak Leo, dan El Boom”

Bahasa »