Melirik Sajak “Perjalanan” Charles Baudelaire

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=480

Aku tak pernah mengukur suhu tubuhku dengan alat ukur. Namun dapatlah terasa, sebab telah akrab membawaku kemana pun pergi. Hampir beberapa hari ini aku tidak menulis, hanya perbaiki tulisan lama yang belum tegak berkaki-kaki kefitrohan sebagai hasil cipta.

Betapa kejiwaan tiada lepas kondisi badan, pun tidak bisa diabaikan jalinan pencernaan, yang membentuk karakter menentukan tapak-tapak langkah bathin pula yang wadak. Continue reading “Melirik Sajak “Perjalanan” Charles Baudelaire”

1876, Ruh Puisi Arthur Rimbaud di Salatiga

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=464

Ruh puisi sebelum dituangkan penyairnya, masih mengawang di langit-langit bathin penciptaan. Betapa menggumuli cahaya rasa itu amat payah. Laksana air direbus di atas tungku dengan nyala api keabadian.

Mematangkan zat-zat pengalaman hingga tiada bakteri tersisa. Dari sana hadir kejelasan awal, tersugesti jiwanya sendiri demi memuntahkan gejolak terkandung lama. Sekelahiran musti, sesudah rindu tak tahan terbebani. Continue reading “1876, Ruh Puisi Arthur Rimbaud di Salatiga”

Sang Maestro Seni Lukis Naturalis-Realis Indonesia

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=486

Basoeki Abdullah lahir di Surakarta, Jawa Tengah 25 Januari 1915 ? meninggal 5 November 1993. Maestro seni lukis naturalis-realis Indonesia. Pelukis resmi Istana Merdeka, karya-karyanya menghiasi ruang kepresidenan dan dikoleksi diberbagai penjuru dunia. Bakat dari sang ayah Abdullah Suryosubro, pelukis juga penari. Kakeknya tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional 1900-an, Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak usia 4 tahun gemar melukis tokoh: Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus, Krishnamurti. Continue reading “Sang Maestro Seni Lukis Naturalis-Realis Indonesia”

Bahasa »